
Tertawa itu sehat, termasuk untuk bayi Anda. Jadi, buat bayi tertawa! Tapi jangan menggelitik, mengangetkan bayi, mengguncang dan mengayun bayi. Ini alasannya.
- Menggelitiki. Tertawa saat digelitiki bisa jadi hanya merupakan cara untuk mengatasi ketidaknyamanan fisik. Ketika bayi sudah menetapkan batas kemampuan tubuh saat menerima rangsangan, Anda harus memahaminya. Jangan terlena dengan terus menggelitiki. Perhatikan bahasa tubuh anak, hentikan jika ia terlihat tidak nyaman atau jika tertawanya berlebihan.
- Mengagetkan Bayi. Sekedar Cilukba boleh saja, tapi jangan sampai mengagetkan bayi secara berlebihan! Jika itu terjadi, bayi akan menangis karena terkejut dan bukan tak mungkin mengalami trauma. Kontrol intonasi suara dan ekspresi Anda saat melakukan Cilukba, jangan terlalu lembut juga jangan terlalu kencang dan kasar.
- Mengguncang. Pernah melihat orangtua melempar-lemparkan bayinya ke udara lalu menangkapnya untuk mendengar bayi tertawa? Atau mengguncang-guncang bahunya keras sambil berekspresi lucu? Jika Anda pernah melakukannya, hentikan! Sadarkah Anda, hanya butuh waktu singkat saat mengguncang bayi untuk mencetus cidera otak Shaken baby syndrome (sindrom guncang bayi) yang juga dikenal dengan nama abusive head trauma, shaken impact syndrome, inflicted head injury atau infant whiplash syndrome. Ini adalah cidera otak serius yang terjadi saat bayi atau anak batita diguncang keras. Guncangan keras selama lima detik saja sudah cukup untuk merusak fungsi-fungsi otak.
- Mengayun. Menggendong dan mengayun dengan mengibaratkan bayi bagai pesawat terbang dengan menelungkupkannya di atas kedua lengan, biasa dilakukan para Ayah saat berusaha menyenangkan bayi. Padahal, kegiatan tersebut rentan bahaya. Selain dapat mengarah ke perilaku mengguncang bayi dan menimbulkan SBS, jika tak hati-hati dan terlampau kencang mengayun, bayi bisa saja terlempar atau jatuh dari dekapan tangan.(me)
Baca juga: Ajak bayi tertawa!