Pada umumnya bayi dikatakan prematur ketika ia lahir sebelum menginjak usia 37 minggu. Oleh karenanya, bayi yang lahir terlalu cepat ini memiliki kondisi fisik yang memicu beberapa gangguan seperti kesulitan bernapas dan gangguan pada jantung. Namun demikian, penelitian Amir Lahav, ScD, PhD, Direktur Lab Penelitian Neonatal di Birmingham dan Rumah Sakit Wanita (BWH), Inggris, menunjukkan bahwa bayi prematur yang terpapar suara ibunya memiliki penurunan risiko masalah jantung dan hal-hal yang terkait dengan itu. Bantu ia memompa ‘kekuatannya’ dengan cara berikut ini.
Mendengarkan Rekaman Suara Anda
Detak jantung bunda adalah suara yang paling sering ia dengarkan ketika masih di dalam kandungan. Rekaman suara jantung milik Anda inilah yang kerap digunakan oleh pihak rumah sakit untuk membantu mengadaptasi suasana inkubator menjadi mirip seperti suasana rahim. Selain suara jantung, suara Anda saat berbicara pun dapat membantu pemulihan bayi. Bunda dapat merekam suara saat memanggil namanya, misalnya “Hai, Adit. Selamat pagi. Hari ini kita main lagi, yuk! Bunda selalu ada di sampingmu ya.”. Lakukan aktivitas secara natural seperti ketika Anda berkomunikasi dengannya saat ia masih di dalam kandungan.
Mendengarkan Anda Bernyanyi
Tak perlu memiliki suara seindah Celine Dion ketika Anda mendendangkan lagu untuk bayi Anda. Yang penting adalah, lagu yang Anda nyanyikan dapat menenangkan hatinya. Elizabeth Klinger, MT-BC, seorang terapis musik asal Chicago, AS, mengatakan, musik memberi nuansa yang menenangkan bagi bayi-bayi prematur. Pilihlah lagu dan musik yang cenderung pelan dan berirama lembut, sebab lagu-lagu inilah yang dapat membantu menstabilkan irama detak jantung dan membuat bayi merasa lebih relaks. Dengan musik, tanda-tanda vital bayi prematur seperti tekanan darah, suhu tubuh, respirasi atau pernapasan , menjadi stabil dari waktu ke waktu. Ini akan membantu menciptakan kondisi kesehatan yang baik. Bagi bunda, terapi musik pun sangat membantu mengatasi rasa cemas dan menurunkan tingkat stres yang dialami.
Mengajak bayi bicara
Dalam penelitian terbukti ketika diperdengarkan rekaman suara serta detak jantung ibunya secara teratur sebanyak 4 kali sehari, bayi-bayi prematur lebih jarang mengalami apnea atau henti napas. Jika Anda diizinkan untuk menggendong bayi (kangaroo care) jangan ragu memanfaatkan momen ini untuk mengajaknya berbicara secara langsung. Sentuhan langsung dari kulit Anda dan juga suara ketika Anda mengajaknya bicara dapat memberikan rangsangan yang baik. Lahav pun mengatakan, dibandingkan mendengarkan suara kegiatan di rumah sakit akan sangat menjanjikan ketika bayi terpapar langsung oleh suara ibunya. Ini dapat membantu mengurangi kejadian kardiorespirasi pada bayi prematur dalam jangka pendek.
Membacakan Dongeng
Tak berbeda jauh dengan anak yang lahir normal, kegiatan membacakan cerita untuk anak prematur sebelum ia tidur juga dapat memberikan manfaat yang baik. Selain merasa lebih tenang ketika mendengar suara Anda, membacakan cerita juga dapat membangun ikatan yang kuat, serta merangsang perkembangan otaknya. Robert S. Wilson, PhD, profesor neuropsikologi di Rush University Medical Center mengatakan bahwa aktivitas yang melibatkan latihan otak membuat otak lebih efisien mengubah struktur untuk terus berfungsi dengan baik, terlepas dari hal-hal neuropatologi yang berkaitan dengan usia. Sehingga, walaupun anak belum mengerti apa yang Anda ceritakan, ia dapat memberikan respon melalui ekspresi wajah atau senyumannya. Selain itu, kegiatan ini juga dapat merangsang kemampuan bahasanya karena ia belajar mengenal suara dasar, pola dan ritme suara saat Anda berbicara.
Melantunkan Doa
Berdoa merupakan salah satu kegiatan spiritual yang dapat bunda lakukan saat menemani bayi Anda ketika berada di inkubator. Bunda dapat melantunkan ayat-ayat suci yang tentunya memberikan efek relaks sehingga menenangkan bunda dan anak yang sedang didoakan. Lantunan suara bunda yang sedang membacakan doa memiliki fungsi yang sama seperti saat Anda melagukan nina bobo sebelum ia tidur. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Journal of Reproductive Medicine , Dr Rogerio Lobo, ketua kebidanan dan ginekologi di Columbia University College of Physicians & Surgeons mengungkapkan doa merupakan sebuah fenomena yang memiliki peran penting dalam peningkatan hampir dua kali lipat sebuah kemungkinan.