Cerdaskah Anak Kita?

 

Tingkat kecerdasan seorang anak bisa diketahui sejak bayi melalui tingkah lakunya. Dan pengembangan kecerdasan itu tentunya harus dilatih sejak dini. Dalam seminar ”Uji Tahap Penting Kecerdasan Balita, Kenali Tip dan Trik Mengoptimalkannya” di Hotel Ciputra Jakarta, Sabtu 14 Juni 2008, dikupas tuntas mengenai pengoptimalan kecerdasan anak.   

Dr. Dwi Putro Widodo, SpA(K), Mmed yang menjadi pembicara pertama dalam seminar tersebut menjelaskan, kecerdasan balita bisa diuji melalui perilakunya. Salah satu contohnya yaitu pada tahap reaksi koordinasi, usia 8 sampai 12 bulan. Bayi akan mengangkat selimut yang menutupi mainan karena dia tahu apa yang tersembunyi di bawahnya.

Menurut dr. Dwi, faktor penting yang berpengaruh pada perkembangan kecerdasan anak adalah genetik, nutrisi saat bayi dalam kandungan, dan stimulasi yang bisa ditingkatkan selama masa pertumbuhan. Selain itu, stimulasi dari lingkungan sejak masa prasekolah menyebabkan bertambah baiknya proses belajar, dan efek ini terbawa terus sampai masa anak usia sekolah.

“Tahap perkembangan kecerdasan anak dipengaruhi oleh tahap kecerdasan sebelumnya dan akan mempengaruhi tahap kecerdasan berikutnya,” sambung dr. Dwi.

Pada sesi kedua, psikolog Nessi Purnomo, MPsi  mengajak para orang tua yang hadir untuk menjadikan anak sebagai anak yang hebat. Anak hebat menurutnya adalah anak yang dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya, dan itu tidak selalu identik dengan anak yang semua nilai pelajarannya di Kelompok Bermain atau Taman Kanak-kanak bagus. Mereka bisa memiliki nilai yang biasa saja di sekolah, tapi jago menggambar, misalnya.

Masalahnya, orang tua sering menerapkan konsep hebat “versi kita” tanpa benar-benar mengenal sang anak. Akan menjadi jauh lebih baik jika orang tua bisa memahami diri anak. Bangun keyakinannya bahwa dia bisa jadi anak hebat.

Bersikaplah realistis dalam membangun konsep anak hebat bagi diri Anda dan anak. Anda tidak bisa mengharapkan anak hebat dalam semua hal. Juga, selalu terlibat penuh dalam mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak.
    
Acara kerjasama Ayahbunda dengan SGM yang dipandu Tike Priatnakusumah itu makin meriah saat tiba waktunya bagi-bagi hadiah. Para peserta berebut mengacungkan jarinya untuk menjawab pertanyaan seputar isi seminar. “Aduh saya jadi bingung nih, pilih siapa,” ujar Tike kocak. Acara pun ditutup dengan pengundian doorprize dan makan siang bersama.

 



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>