Penyebab Kulit Bayi Iritasi Bukan Hanya Kimiawi
Tahukah bunda, kulit bayi itu 30% lebih tipis dari kulit orang dewasa. ... read more
"Siapa bilang kegiatan bermain yang fun dan mencerdaskan harus mahal?", Henny Supolo Sitepu, SS, MA, konsultan pendidikan yang menjadi narasumber dalam Jumpa Pakar Ayahbunda – Pigeon pada Sabtu pagi, 28 Juni 2008 ini memancing antusiasme hadirin. Bertema "Bermain Kreatif dengan Balita", acara talkshow interaktif ini dilaksanankan di Cafe Hotel Garden, Kemang, Jakarta Selatan.
Mbak Henny, demikian pakar ini akrab dipanggil, mengilik kreativitas orang tua untuk bermain secara kreatif dengan batita. Caranya sederhana, yaitu dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita untuk proses bermain yang menyenangkan sekaligus mendidik.
"Ajak anak bermain permainan yang menggunakan fisik, seperti berlari, melompat, berlari zig-zag, berjalan mengikuti garis, melangkah, melempar bola, bergerak mengikuti irama, dan sebagainya. Sarung, misalnya, bisa digunakan untuk bermain lempar bola kertas yang diarahkan ke sarung yang dibentangkan. Daun kering berukuran besar dari pekarangan rumah pun bisa dimanfaatkan untuk bermain anak," Henny memberi tips.
Para peserta juga memperoleh penjelasan detil tentang aspek-aspek perkembangan apa saja yang terasah selama melakukan permainan yang dipandunya. Di antaranya, mengasah motorik kasar, khususnya koordinasi mata, tangan, dan kaki, keseimbangan, dan ketangkasan; melatih konsentrasi, kontrol emosi, ketelitian, dan kesabaran; melatih pengamatan sekitar; fokus; dan melatih kerjasama.
Pada kenyataannya, anak memang sangat membutuhkan permainan yang melibatkan banyak orang, terutama teman-teman sebayanya. Permainan-permainan fisik ini juga melatih kerjasama anak dengan orang-orang disekitarnya.
“Bermain dengan orang lain membantu anak mengembangkan kemampuan menyesuaikan diri dan mengenal orang lain serta lingkungan. Inilah yang sangat dibutuhkan anak di masa depan,” jelas Henny.
Dari kegiatan bermain, orang tua bisa mengenal kemampuan anak. Jikaa nak masih belum mampu mengikuti permainan, turunkan sedikit tingkat kesulitannya. Apabila si batita sudah mampu mengikuti, orang tua bisa menambah tantangan agar kemampuannya semakin terasah.
Para peserta yang merupakan orang tua dari balita sangat antusias mengikuti acara. Rina, seorang ibu 28 tahun, dan Suryawan, seorang ayah berusia 37 tahun, mereka merasa sangat puas, "Kami jadi mendapatkan pengetahuan baru untuk menggunakan berbagai benda dalam kegiatan bermain dengan anak. Jadi, bahan-bahan yang murah dan sederhana di sekitar kiat bisa menjadi alat bermain kreatif yang mendidik".
Tak hanya dapat tambahan ilmu untuk membesarkan anak, lho! Para peserta juga sempat berfoto bareng Ayahbunda dan para pengisi acara. Ssstt beberapa peserta bahkan memboyong hadiah, karena beruntung dapat doorprize.
Angela Wika, Redaksi Ayahbunda-Online
Tahukah bunda, kulit bayi itu 30% lebih tipis dari kulit orang dewasa. ... read more
Motif batik sarat filosofi.... read more
Pigeon Menghadirkan 4 motif botol susu bermotif batik yaitu Padma (teratai), Bangau , Kupu-Kupu dan Awan ... read more
".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>