Anak Berkedip Berlebihan Mengindikasikan Adanya Masalah Kesehatan Mata

 


Berkedip adalah refleks normal mata manusia sebagai cara utuk melindungi diri dari kekeringan, cahaya terang, dan benda asing yang mendekatinya. Berkedip juga membantu produksi air mata, yang berfungsi untuk membersihkan dan melindungi kornea mata.

Melansir dari American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus, bayi baru lahir biasanya berkedip hanya dua kali per menit. Seiring bertambahnya usia, refleks berkedip akan meningkat menjadi 14-17 kali per menit.

Orang tua harus mulai waspada jika anak mulai menunjukan kebiasaan berkedip lebih sering dan banyak daripada seharusnya. Kedipan berlebihan bisa mengindikasikan adanya masalah pada kesehatan mata anak.


1. Masalah dengan kornea di bagian depan mata meliputi mata kering, bulu mata tumbuh ke dalam, benda asing di mata atau di bawah kelopak mata, abrasi kornea (goresan atau goresan di depan mata), alergi mata, atau konjungtivitis (mata merah muda).

2. Kebiasaan tic (gerakan tubuh berulang yang tidak disengaja). Tic biasanya disebabkan oleh stres atau kecemasan, kelelahan atau kebosanan. Bunda tidak perlu terlalu khawatir, karena pada kebanyakan kasus, tics tidak berbahaya bagi anak. Seiring dengan bertambahnya usia, mereka mampu untuk mengatasinya sendiri.

3. 
Kesalahan refraksi yang tidak diperbaiki. Kebutuhan akan kacamata atau resep kacamata terbaru untuk mengoreksi rabun jauh (miopia), rabun dekat (hyperopia), dan mata silinder (astigmatisme)

4. Mata tidak sejajar atau juling (strabismus). Strabismus adalah saat mata tidak berbaris dengan benar dan mengarah ke arah yang berbeda. 

Daripada menerka-nerka, cara paling akurat untuk mengidentifikasi alasan utama anak Anda berkedip secara berlebihan adalah dengan konsiltasi ke tenaga profesional. Dokter mata akan melakukan beberapa tes sebelum mendiagnosis penyebab utama anak berkedip berlebihan, seperti:
 

- Periksa bagian depan mata. Dokter akan menggunakan mikroskop khusus dengan cahaya terang (slit lamp) untuk melihat apakah anak Anda memiliki masalah yang mempengaruhi kornea di bagian depan mata.

- Periksa kesejajaran mata. Mata juling (strabismus) terdengar mudah untuk didiagnosis, tetapi beberapa kasus mata juling hanya terlihat sesekali (tidak sepanjang waktu). Jika strabismus tidak terlihat jelas, dokter mata anak menggunakan tes yang berbeda untuk memeriksa pergerakan mata dan melihat seberapa baik keduanya bekerja sama.

- Periksa ketajaman visual. Ini termasuk membaca grafik mata untuk melihat apakah anak Anda membutuhkan kacamata. 

Setelah mengetahui alasan utama mata anak berkedip secara berlebihan, langkah selanjutnya adalah upaya untuk mengatasi atau lebih baik menghentikannya. Berikut adalah beberapa cara terbaik yang bisa Bunda lakukan sesuai dengan faktor penyebabnya.
 

1, Bulu mata tumbuh ke dalam atau benda asing. Bulu mata atau bahan iritan lainnya dikeluarkan dari mata, sebaiknya dilakukan dengan aman oleh dokter.

2. Alergi, konjungtivitis atau mata kering. Pada kasus ini biasanya Dokter akan merekomendasikan obat tetes mata yang bisa digunakan oleh anak atau diresepkan atau perawatan lain.

3. Abrasi kornea. Anak Anda mungkin perlu memakai penutup mata. Ini mengurangi kedipan dan membantu menyembuhkan goresan. Bisa juga menggunakan Obat tetes mata atau salep mata pelembap atau antibiotik yang telah diresepkan oleh dokter mata.

4. Kesalahan bias. Biasanya, dokter mata akan meresepkan kacamata jika kedipan berlebihan disebabkan oleh kelainan refraksi seperti rabun jauh (miopia).

5. Strabismus. Terkadang kacamata saja bisa meluruskan mata anak. Namun pada kasus lainnya, ada kemungkinan anak membutuhkan latihan mata atau operasi untuk menyelaraskan mata.

6. Kebiasaan tic. Kedipan berlebihan akibat tic biasanya tidak memerlukan perawatan khusus. Tic bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk hilang. Bicaralah dengan dokter anak Anda untuk mengidentifikasi pemicu tic pada anak Anda. Tic dapat menjadi lebih buruk pada saat stres atau sebagai efek samping dari pengobatan ADHD.

Baca juga:
Ini 3 penyakit dan kondisi mata yang umum pada anak
5 cara meredakan masalah mata akibat gadget
Begini cara membersihkan mata, hidung, dan telinga bayi

Debbyani Nurinda

 


Artikel Rekomendasi

Cerdas Hadapi Alergi Balita

Balita bersin-bersin terus, gatal-gatal, sesak napas, atau diare? Alergi balita bukan penyakit, balita tak selalu butuh obat agar terhindar dari gejalanya.... read more

Load more