Sediakan Di Kotak Obat!

 

Lengkapi isi kotak obat di rumah agar memadai untuk pertolongan pertama. Dan selalu perhatikan dengan seksama dalam penggunaanya.

  • Obat asma. Obat hirup (inhaler) dapat meringankan gejala asama, termasuk pada anak. Obat ini mengandung salbutamol (atau aluterol), populer dengan nama ventolin dan salmeterol, yang terdapat dalam Advair. Tetapi waspada, pad anak dengan gen tertentu dan pada beberapa kasus, obat hirup justru membuat kondisi asmanya semakin buruk. Asma bukan penyakit dna biasanya memiliki pola berbeda, tergantung berat-ringannya, faktor pencetur dan pengobatan. Jadi, penanganan yang efektif pada seorang anak belum tentu cocok bagi anak lain. Konsultasikan ke dokter anak.
  • Kompres dingin. Tidak dianjurkan untuk demam karena suhu tubuh akan kembali naik setelah kompres dihentikan, untuk demam, gunakan kompres dengan suhu netral. Kompres demam dapat digunakan untuk meredakan otot, gatal atau luka terbentur.
  • Breathy. Obat tetes hidung untuk melegakan hidung tersumbat. Aman untuk bayi dan anak karena kandungannya NaCl (larutan garam).
  • Kapas. Tempatkan di wadah tertutup agar tetap steril.
  • Trombophop (anti-benjol dan memar). Jika lukanya tidak terbuka, cepat oleskan salep ini untuk mencegah pelebaran pembuluh darah yang membuat luka menjadi memar atau benjol.
  • Obat cacing. Untuk pencehagan cacingan, diminum setiap 6 bulan sekali sesuai dosis. Mengatasi cacing kermi, cacing gelang, cacing tambang dan lainnya dengan cara mengeluarkannya dari dalam tubuh tanpa perlu pencahar.
  • Oralit. Minumkan ini agar tidak dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) saat anak diare. Larutan NaCl dan gula ini mengganti cairan tubuh yang hilang. Selain tanpa rasa, juga tersedia rasa jeruk.
  • Lotion anti –gatal. Redakan gatal akibat biang keringat, digigit serangga, atau gangguan kulit yang disebabkan virus seperti Pityriasis rosea (gejalanya: kulit merah, bersisik, sangat gatal). Obat gatal ini memberi efek dingin. Ada juga yang berbentuk bedak tabur.
  • Teething gel. Meredakan nyeri saat giginya mau tumbuh. Oleskan di gusi, akan bekerja dalam 3 menit dan aman bila tertelan. Jeli rasa ceri, disukai anak.
  • Krim puting. Dioles ke putting payudara bunda untuk mengatasi puting luka atau lecet.  Aman jika tertelan bayi. Namun, hindari yang mengandung chlorphenesin dan phenoxyethanol karena dapat mengakibatkan gangguan pernapasan, muntah dan diare pada bayi. Pada ibu, chlorphenesin juga menyebabkan kulit putting kering dan pecah-pecah. Konsultasikan pad aahli/konsultan laktasi sebelum membeli produk.
  • Betadine bentuk cotton bud. Cocok untuk anak, kerena tidak perih. Setelah lukanya bersih, oles dengan obat luka ini.
  • Tisu alkohol. Memberishkan tangan terutama setelah menutup bersin atau batuk, sebelum merawat luka, atau membersihkan daerah di sekitar luka.
  • Krim anti-SPF. Cara kerjanya, membentuk lapisan/tabir pad akulit untuk melindunginya dari terbakar sinar matahri. Oleskan 15menit sebelum Anda atau bayi bermain, berenang atau berolahraga outdoor pada siang hari antara pukul 10.00 hingga 16.00. Pilih paling tidak SPF 15, pastikan tahan air (waterproof) atau tahan keringat (sweetproof). Bila tidak, olesan perlu diulangi sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.
  • Obat penurun demam. Bila suhu tubuh anak di atas 37,5º C, pertanda dia demam, namun jangan cepat-cepat diberi obat penurun demam. Perbanyak cairan (minum). Bila tetap demam, beri dia obat penurun demam setiap 4 jam sekali dengan dosis sesuai usia anak. Hati-hati bila demamnya akibat demam berdarah (DBD), beri hanya obat penurun demam dari golongan parasetamol. Obatgolongan ibuprofen malah bisa menurunkan trombosit sedangkan obat demam yang emngandung asam asetilsalisilat menimbulkan risiko perdarahan dan sakit lambung. Riset Nilsen tahun 2009 menyebutkan, 70% obat penurun demam anak di perkotaan Indonesia mengadung asam asetilsalisilat. Maka, cermat memilih ya!
  • Thermometer digital. Praktis, karena bisa membaca suhu tubuh dengan cepat dan akurat. Dapat dipakai di rongga mulut, lewat anus, dan ketiak.
  • Obat batuk anak. Jangan burur-buru diberi obat, perhatikan apakah batuk anak merupakan reaksi tubuh terhada alergi atau karena penyakit. Betuk alergi ditandai dengan bunyi grok-grok, ngik ngik atau mengi (sesak napas), muncul tiba-tiba setelah balita berbaring di tempat tidur atau saat ia beraktivitas. Batuk itu dapat hilang sendiri asal penyebab alergi dihilangkan. Beri anak minum air putih yang banyak. Tetapi jika batuk sangat menganggu, hingga sesak napas, barulah perlu obat.  Konsultasikan ke dokter jenis obat batuknya. Untuk batuk akibat infeksi kuman, pengobatan harus sesuai penyebab. Jika karena bakteri, obat yang diberikan biasanya antibiotika. Kalau akibat virus, hingga kini belum ada pengobatan yang benar-benar manjur. Kebanyakan anak sembuh dengan sendirinya.
  • Krim daerah popok. Krim atau salep khusus mengandung zinc (zat seng) untuk mencegah atau melindungi kulit bayi dari ruam popok, khusunya bila dia masih memakai pospak (popok skeali pakai).
  • Baby oil. Untuk membersihkan kerak kepala, bagian luar telinga, bisa juga dioles ke kulit jika kering dan bersisik.
  • Plester berbagai ukuran. Selain untuk menutup luka, kini plester juga dapat  mengobati luka karena dibubuhkan obat, misalnya zinc oksida untuk merapatkan luka. Gunakan untuk luka kecil dan ringan, buka luka dalam dan luas yang perlu jahitan dan perban.



 


Artikel Rekomendasi

Load more