Aktivitas Seru Mengisi Liburan

 

  1. Tea party. Undang 4 teman balita ke rumah untuk minum teh. Siapkan teh hangat, gula dengan cangkir-cangkir kecil,  biskuit atau cake.  Contohkan bagaimana menuang air  teh, mengaduk gula, memegang cangkir dan menyeruput teh secara sopan. Kegiatan ini melatih anak menjadi tuan rumah dan belajar etiket minum bersama.
  2. Melukis di atas kaos. Beri anak kaos miliknya yang sudah tidak dipakai dan spidol warna-warni atau kuas dengan aneka warna cat. Kegiatan akan menstimulasi imajinasi,  motorik halus, dan estetikanya  melalui pemilihan kombinasi dan gradasi warna.
  3. Berkemah. Bisa dilakukan di bumi perkemahan atau sekedar di taman rumah. Ajak saudara atau teman seusia balita. Ajak mereka mendirikan tenda, memasang tikar, menyiapkan makanan. Berkemah akan melatih anak bekerja-sama, mengenal lingkungan,  menghadapi dan memecahkan masalah, misalnya,  menghadapi angin yang masuk lewat jendela tenda.
  4. Bersepeda. Di pagi atau sore hari, ajak anak yang sudah bisa mengayuh sepeda roda tiga pergi ke teman atau membeli sesuatu dengan bersepeda.  Dengan bersepeda anak  sehat, belajar konsep keseimbangan dan  meningkatkan percaya diri karena bisa melaju di jalanan. Sambil bersepeda kenalkan anak pada cara berlalu-lintas.
  5. Memetik buah. Makan langsung  strowberi  atau apel hasil petikan sendiri sungguh menyenangkan!  Ajak anak ke tempat wisata perkebunan buah. Aktivitas ini akan  membuatnya  mengenal mana buah yang sudah siap petik dan belum. Juga akan mengasah motorik kasar dan mengenal proses sebuah makanan sebelum terhidang  di meja makan.
  6. Memasak.  Ajari ia mencuci buah dan sayur, mengocok telur, mengambil bumbu, mengaduk adonan dan memberi topping.  Ia akan bangga menikmati hasilnya. Kegiatan ini akan mengenalkan anak pada proses kimiawi, dari mentah menjadi matang,   mengenalkan  aroma dan tekstur aneka bahan makanan.
  7. Mari Bersampan. Melaju di permukaan air, sungguh merupakan pengalaman berkesan tak terlupakan. Ajak anak ke tempat wisata air atau sungai yang  aman.  Saat naik sampan Anda wajib menemaninya dan memakai pelampung. Dengan bersampan anak mengenal  transportasi air, belajar waspada dan menikmati keindahan alam.
  8. Naik kereta api. Transportasi  massal yang memiliki suara khas ini,  akan memberi sensasi mendebarkan saat anak menaikinya. Kenalkan anak dengan tata-cara naik kereta yang harus antri saat membeli tiket. Ceritakan tentang profesi  masinis, petugas di loket dan riuh-rendah pedagang asongan.
  9. Kebun Binatang. Kenalkan anak kepada beragam jenis binatang darat, laut dan jenis makanannya. Beri kesempatan anak untuk memberi makan binatang agar ia tahu bahwa semua makhluk hidup perlu makan. Jika anak sulit makan, Anda bisa mengatakan padanya bahwa binatang itu mungkin akan sakit dan tak bisa dilihat oleh pengunjung jika ia tak mau makan.  
  10. Garage sale. Coba buat garage sale, menjual barang-barang anak dan Anda yang sudah tidak terpakai,  tapi masih cukup baik dengan harga murah. Cara ini akan melatih anak bertransaksi, mengenal uang dan bersosialisasi dengan orang yang datang. Jangan lupa untuk ‘mengiklankan’ di salon, apotek,  atau swalayan dekat rumah.
  11. Museum. Pilih museum yang bisa membuat anak tertarik  seperti Museum Transportasi,  di Taman Mini Indonesia Indah, Jakata. Di museum ini anak akan memperoleh informasi tentang beragam alat transportasi yang pernah digunakan dari waktu ke waktu.
  12. Karaoke. Berkaraoke akan membuat anak gembira, spontan, berani dan menstimulasi kemampuan seninya.
  13. Car free day. Ajak anak bersepeda atau jalan-jalan di jalan raya, di tengah kota, di antara gedung pencakar langit,  yang biasanya hanya bisa dilalui oleh mobil.
  14. Pasar tradisional. Aroma campur aduk dari ikan segar, makanan matang dan sayuran akan memberi anak sensasi  penciuman yang berbeda dengan belanja ke swalayan.  Selain mengenal uang dan bertransaksi,  anak juga mengenal aneka tekstur dengan  memegang dan memilih bahan makanan seperti ikan, buah-buahan dan  sayur-mayur. Jadikan kesempatan ini untuk mengenalkan anak pada panganan tradisional seperti cenil, tiwul, ketan urab dan sebagainya.
  15. Barbecue. Siapkan ikan, daging dan sayur-mayur, iiris kecil-kecil. Beri anak kesempatan untuk mengipas-ngipas bara. Anak akan belajar proses makanan menjadi matang, daging yang keras menjadi mudah digigit, mengenal rasa dan perbedaan aroma makanan saat mentah dan matang.
  16. Berkebun. Bermain kotor-kotoran selalu menyenangkan anak. Siapkan bibit, biji, pot atau lahan untuk menanam aneka ragam tanaman. Tunjukkan bagaimana menggali tanah, menanam atau menabur bibit. Kegiatan ini mengasah motorik kasar, mengenalkan proses dan sebab akibat.  
  17. Permainan tradisional. Ingat petak jongkok dan petak umpet? Kedua permainan tradisional ini,   asyik  dimainkan sore-sore di halaman atau lapangan dekat rumah. Ajak teman-teman anak bermain. Mengasah motorik kasar, sosialisasi dan strategi untuk menemukan tempat sembunyi.
  18. Nonton bioskop. Pilih film yang cocok untuk anak. Menikmati film di layar lebar dengan suara menggelegar akan menjadi pengalaman seru. Kegiatan ini  mengajarkan anak mengikuti dan menghargai tata- tertib seperti duduk di kursi yang telah ditentukan, tidak membuat keributan, dan belajar berkonsentrasi.
  19. Pijat. Segala aktivitas liburan tentu membuat balita cape dan rewel. Saatnya memberinya pijatan. Ajak ke terapis pijat profesional atau memijat sendiri. Pijatan Anda akan membuatnya relaks dan tidur lelap. Besok ia siap kembali beraktivitas! (me)




    





    





 


Artikel Rekomendasi

Load more