Mengenalkan Anak Naik Kuda

 

Inilah saat tepat mengajak balita Anda menunggangi kuda poni yang bisa ditemui di tempat-tempat rekreasi. Dilengkapi helm dan protektor untuk badan anak, dan kuda yang berpelana, serta pendamping khusus dari tempat berkuda, balita aman dan nyaman berkuda.

Tapi, bisa jadi anak tak mau menunggangi kuda poninya, karena ia takut dan ragu. Bila ini terjadi, tak perlu memaksa apalagi memarahi. Lebih baik Anda tenangkan anak Anda. Peluk ia dengan hangat, dan tanyakan apa yang membuatnya tak jadi menaiki kuda poni. Sambil memeluknya, ceritakan dengan santai keasyikan-keasyikan menunggangi kuda poni.

Bila setelah berbagai upaya yang Anda lakukan, anak tetap menolak, kesempatan menunggang kuda poni kali ini tampaknya perlu dilupakan. Mungkin di lain hari balita tak akan ragu atau takut lagi.

Menunggang kuda poni di tempat berkuda, selain aman dan nyaman juga mengasyikkan. Pendamping khusus di tempat ini akan membawa anak menunggang kuda poni mengitari area melewati keindahan danau, sawah dan kampung-kampung di sekitar tempat berkuda ini.

Anda tak perlu risau dengan pertanyaan-pertanyaan yang bisa membuat Anda cemas. Misalnya, Bagaimana bila kuda poninya tiba-tiba marah atau tiba-tiba jadi liar? Anda memang tetap perlu waspada. Namun perlu diingat, kuda-kuda poni ini terlatih dan terawat baik, serta tergolong binatang jinak dan ramah saat ditunggangi anak.

Semakin kaya pengalaman. Tak terasa, keasyikan bermain bersama kuda poni harus diakhiri. Banyak sekali pengalaman yang anak dapat hari ini: pengetahuan tentang kuda poni, melihat sawah, danau, dan juga mengembangkan kemampuan-kemampuan yang ia miliki. Misalnya, semakin berani dan percaya diri serta terampil bersosialisasi. Bukan hanya dengan si kuda poni, namun juga dengan bapak yang mendampinginya menunggang kuda poni.

Saat Anda dan anak meninggalkan tempat berkuda, ajaklah ia berpamitan dan mengucapkan "terima kasih" pada si kuda poni dan pendampingnya. Dengan demikian, anak memiliki rasa keterikatan dan sikap menghargai terhadap pihak-pihak yang telah membantunya.

Bila Anda melihat minat anak pada kuda meningkat, boleh saja menjadikan kegiatan rekreasi ini sebagai acara rutin. Bila balita beranjak besar, Anda dapat mendukungnya dengan mengikutsertakan anak pada kegiatan olahraga ketangkasan berkuda (equestrian). Tapi, tentu, sebelum melakukan ini, tanyakan dulu pada anak apakah ia berminat dengan kegiatan ini. Konsultasikan juga hal ini dengan pihak dari lembaga yang menyelenggarakan tempat berkuda.


 


Artikel Rekomendasi

Load more