3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua Saat Memberikan Obat Kepada Anak

 

123RF

 

Saat anak sakit, karena khawatir, kita kerap mengambil tindakan-tindakan yang keliru dalam memberikan ia obat. Padahal, kesalahan memberikan obat bisa berakibat fatal pada anak, lho. Di bawah ini adalah 3 tindakan keliru dalam pemberian obat, yang mungkin salah satu di antaranya pernah kita lakukan dan alami.
 
Mengulang memberikan obat dengan dosis yang sama, gara-gara anak menyemburkannya. Anda melakukan itu karena khawatir obat tidak tertelan dengan baik oleh anak. Namun ternyata, tindakan itu bisa menyebabkan anak  kelebihan dosis,  yang salah satunya malah mungkin memperparah penyakit yang ia derita. Untuk amannya, menurut   Andrea McCoy, M.D., dokter anak Temple University Children's Medical Center, Philadelphia, AS, seperti dikutip dari www.parenting.com, jika anak muntah dan tampak mengeluarkan semua obat, 5 hingga 10 menit setelah obat itu diberikan, Anda boleh memberi ia dosis yang sama. Namun, jika sudah 20 menit, Anda tak perlu memberi ia obat lagi. Begitu juga, jika ia menyemburkan obat, namun sedikit, Anda tak dianjurkan mengulang pemberian obat kepada anak. Nah, agar anak tidak menyemburkan obat karena rasanya yang aneh atau tidak enak, saat memberi obat, hindari menempatkannya di ujung atau tengah lidah, tetapi letakkan di belakang lidah agar anak bisa menelannya langsung. Agar mudah memberikannya, terutama kepada bayi, posisikan si kecil menghadap ke atas, telentang di lipatan antara tangan dan lengan Anda sambil secara lembut memasukkan obat dengan spuit atau pipet.

Tidak menghabiskan antibiotika yang diresepken dokter dengan alasan karena anak sudah sembuh. Antibiotika biasanya diberikan kepada anak yang sakit karena disebabkan oleh bakteri. Antibiotika harus dihabiskan agar bisa bekerja dengan maksimal, karena bisa jadi bakteri belum mati seluruhnya. Hal ini berakibat infeksi kembali muncul, bahkan di tempat yang sama. Jadi, selalu pastikan Anda menghabiskan semua antibiotika kepada anak.

Memberikan obat yang sama dengan kakaknya, karena Anda menganggap ia memiliki gejala yang sama. Padahal, dosis obat untuk anak yang lebih tua bisa jadi lebih tinggi. “Buat bayi, sangat penting menentukan dosis pemberian obat sesuai dengan berat badan,” kata dr. Wendy Sinnathamby, dokter anak dan konsultan di  Raffles Children  Centre, Singapura, seperti dilansir www.youngparents.com.sg.

(IAH)

Baca Juga:
Bagaimana Cara Memberi Obat Pencahar Pada Bayi?
Kapan Antibiotik Dibutuhkan Anak?

 

 


Artikel Rekomendasi

Load more