Bila BAB Bayi Tidak Normal

 


Konsistensi tinja bayi usia di bawah 6 bulan dapat seperti bubur atau lebih padat. Oleh karena itu, meski bayi Anda BAB 3 hari sekali, tapi konsistensi tinjanya lunak, maka pola buang air besarnya itu masih dianggap normal. Walaupun begitu, tiap perubahan pola BAB pada bayi harus diwaspadai. Perubahan itu dapat disebabkan oleh minuman atau makanan yang dikonsumsinya atau faktor di saluran cernanya.

Makanan yang kurang mengandung serat, karbohidrat dan air, merupakan salah satu penyebab keadaan tersebut. Makanan yang terlalu lama berada di dalam usus besar dapat menyebabkan perubahan warna tinja yang dikeluarkan, karena adanya proses fermentasi.

Meskipun secara garis besar komposisi utama semua susu formula hampir sama, tetapi toleransi bayi terhadap susu yang diminumnya dapat berbeda antara 1 bayi dengan bayi lainnya. Pada prinsipnya, bila terjadi perubahan pola BAB setelah penggantian susu, maka pemberian susu tersebut harus dihentikan dan dikembalikan ke susu semula. Bila setelah penghentian itu pola BAB kembali seperti semula, maka dibenarkan untuk tidak meneruskan pemberian susu yang dianggap sebagai penyebab keluhan tersebut. Sejauh ini, tidak pernah dilaporkan bahwa ASI menyebabkan BAB keras.

Yang perlu kita ingat, setiap perubahan pola BAB yang tidak segera diantisipasi dapat berlanjut menjadi suatu keadaan yang memerlukan penanganan yang lama dan sulit.

 


Artikel Rekomendasi

Saat RSV Berbahaya bagi Bayi Prematur

Bayi prematur sangat rentan terhadap infeksi RSV karena imunitas dan fungsi paru belum matang, sehingga berisiko tinggi mengalami gangguan napas berat dan memerlukan perawatan intensif.... read more

Load more
".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>