Bayi Batuk, Waspada!

 



Menurut Catherine Dundon, MD, pengajar Pediatri Klinis di Vanderbilt University Medical School, idealnya bayi di bawah 4 bulan jarang batuk kecuali ia terkena Respiratory Syncytial Virus (RSV), yakni virus berbahaya yang menyerang saluran pernapasan atas pada bayi. Akibatnya,  terjadi pembengkakan pada bronchiolitis atau tabung pernapasan.

Bayi yang lahir prematur, memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh, menderita penyakit paru menahun, dan memiliki penyakit jantung tertentu, sangat rentan mengalami RSV. Terutama jika si kecil dititipkan di daycare. RSV bisa ditularkan melalui udara dan sentuhan. Jika tidak segera ditangani dalam waktu 3-10 hari, akan berkembang menjadi bronkiolitis yang sulit disembuhkan atau pneumonia. Dan pada tahap puncak, RSV berujung pada kematian.

Agar Ibu tidak panik menghadapi batuk yang dialami si kecil, ada baiknya mengenali gejala dan penanganannya.

 
Gejala RSV
 
  1. Demam di atas 39 derajat celcius.
  2. Bayi tidak mau menyusui.
  3. Batuk disertai pilek.
  4. Si kecil sulit bernapas dengan baik.
  5. Kotoran hidung terlihat tebal dan berwarna hijau, kuning atau abu-abu.
  6. Kulit terlihat biru (sianosis).


Penanganan Pertama

Sudah tampakkah gejala di atas pada si kecil? Jika ya, tangani dengan perawatan sederhana di rumah:


Beri ASI lebih sering. Hal ini dilakukan untuk mencegah dehidrasi pada bayi.

Hindari mengoleskan sembarang salep pereda batuk pada dada dan punggung bayi. Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter Anda.

Saat si kecil demam, tidak dianjurkan memberikan obat penurun panas yang mengandung aspirin. Itu karena dapat mengakibatkan sindrom Reye (pembengkakan pada organ hati dan otak). Berikan obat sesuai anjuran dokter.

Jauhkan si kecil dari asap rokok dan bertemu dengan orang-orang dewasa atau anak-anak yang berpotensi akan tertular, karena penularan RSV itu melalui udara dan sentuhan.

Jika anggota keluarga ada perokok aktif, sebaiknya cuci tangan menggunakan sabun terlebih dahulu dan ganti pakaian (lebih baik lagi mandi) sebelum bertemu dengan si kecil yang terkena RSV. Hal ini dilakukan agar tidak memperparah kondisi anak. Meskipun rokok sudah dimatikan, residu rokok tetap menempel pada sekujur tubuh si perokok aktif.


Penanganan Lanjutan

Setelah Anda melakukan perawatan sederhana di rumah selama 2 hari dan si kecil tidak menunjukkan penurunan gejala, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intesif. Infeksi RSV pada bayi dapat dicegah dengan melakukan hal-hal ini:

 
  1. Selalu cuci tangan menggunakan sabun sebelum menyusui atau menyentuh bayi Anda.
  2. Bayi yang lucu memang mengundang anak-anak yang lebih besar atau orang dewasa untuk mencium atau memeluk gemas. Sebaiknya, batasi bayi dipegang oleh banyak orang.
  3. Jauhkan bayi dari perokok aktif.
  4. Memberikan Immunglobulin RSV dan palvizumab yang dapat mencegah infeksi RSV pada anak yang usianya di bawah 24 bulan. Tanyakan hal ini lebih lanjut pada Dokter Anda.
  5. Pastikan rumah selalu bersih dan juga bebas dari bebauan yang menyengat seperti bau cat segar, asap pembakaran dan lain sebagainya.

 
Maria Soraya Az Zahra
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    

 

 


Artikel Rekomendasi

Bayi Tersedak, Segera Bertindak!

Tersedak merupakan kegawatdaruratan yang sangat berbahaya karena dalam beberapa menit anak bisa kekurangan oksigen, sehingga hanya dalam hitungan menit dia akan kehilangan reflek napas, denyut jantun... read more

Load more