Secara fisiologis kehamilan memang bisa menyebabkan anemia. Pada minggu kehamilan ke 10 hingga ke 32, volume plasma darah meningkat hingga 50% dari sebelum hamil, sehingga darah menjadi “encer”.
Dibutuhkan banyak zat besi untuk memproduksi sel darah merah atau hemoglobin (hb) agar pengenceran darah tersebut tidak mengganggu fungsi darah sebagai “juru angkut” oksigen dan zat makanan ke seluruh tubuh.
Sayangnya, banyak ibu hamil kurang mengkonsumsi zat besi (Fe). Karena itulah banyak ibu hamil menghalami kurang darah atau anemia zat besi. Dokter dapat mendeteksinya secara “kasar” melalui tanda-tanda fisik ibu. Namun, hasil akurat diperoleh melalui tes darah laboratorium, yaitu jika Hb ibu kurang dari 10,5 .
Yang paling berbahaya dari plasma darah yang “encer” akibat kurang sel darah merah adalah tidak dapat mengangkut oksigen dengan baik. Akibatnya, suplai oksigen ke janin, ke rahim dan ke otot-otot di sekitar rahim yang akan bekerja saat persalinan tidak sempurna.
Resiko Sebelum HamilIbu mengalami subfertili atau berkurangnya kesuburan
Resiko Saat Hamil