Penting! Merawat Mental dan Fisik Selama Hamil

 

foto: shutterstock


Hamil adalah sebuah proses. Proses menyiapkan seorang manusia baru yang akan menjadi penerus keluarga. Penting merawat fisik dan mental calon ibu.
 
Rahim harusnya menjadi tempat yang nyaman bagi tumbuh kembang janin. Selama 9 bulan 10 hari, janin akan menghuni rahim Bunda dan selama itu pula ia belajar banyak hal.
 
Hal pertama ketika seorang ibu sudah dinyatakan hamil, ia harus siap secara fisik dan mental. Trimester pertama, kedua dan ketiga kehamilan akan memiliki cirinya masing-masing, dan tentu harus dirawat dengan cara yang tidak sama.
 
“Yang penting di trimester pertama adalah penerimaan terhadap kehamilan. Penerimaan yang rendah terhadap kehamilan akan membuat penderitaan yang sangat. Dengan banyaknya perubahan, kalau kita tidak berdamai dengan diri sendiri akan menjadi beban bagi si ibu,” ujar bidan Eka Sriwahyuni dari Medan, dalam acara Instagram live di kanal @ayahbunda_. Mengapa ibu harus berdamai dengan diri sendiri?
 

Trimester 1: Hormon berubah. Ibarat menempati rumah baru, suasana baru.

Kalau ibu tidak siap, ibu akan terguncang karena ekspektasi kehamilan itu menyenangkan. “Apalagi kalau sudah bisa menjawab pertanyaan orang ‘kapan hamil’. Dianggapnya kehamilan itu paling menyenangkan, ternyata ada rangkaian yang panjang, kalau tidak bisa menerima akan menjadi penderitaan yang panjang,” papar Eka.

Begitu hamil, HCG muncul, akibatnya asam lambung meningkat. Sepanjang kehamilan perubahan hormone akan terus terjadi. Tantangannya kalau ibu tidak dapt menerima dan hanya membayangkan yang indah-indah ini membuat ibu terguncang lahir batin.


Trimester 2: Masa tenang. Ibu merasa senang karena perut sudah tampak

buncit, bisa posting perut. Janin mulai bergerak, ibu tambah percaya diri. “Tapi usus juga semakin tertekan, sesak napas, susah tidur, dan sakit pinggang.

Kalau semua itu dilihat sebagai penderitaan, tidak ada perempuan yang kuat. Ini bisa membuat ibu membenci kehamilannya, kalau ia tidak pintar menjaga kesehatan fisik. Kesehatan fisik, mental dan spiritual harus diseimbangkan. “Kesehatan spiritual arahnya ini: Kalau kita menganggap kehamilan adalah ibadah, ini akan jadi menyenangkan karena ini adalah proses persembahan terbaik untuk Yang Maha Kuasa,” papar bidan Eka.

Trimester 3: Mulai was-was. “Nanti prosesnya akan seperti apa? Dengar cerita sana sini melahirkan itu sakitnya luar biasa. Ad
 lagi yang cerita, sudah persiapan ini itu ternyata sesar juga. Ini akan jadi momok besar karena kalau terus menerus didengarkan,” kata Eka. 

Melahirkan normal adalah cita-cita setiap ibu. Jadi penting untuk mempersiapkan. Ini persiapannya: Nutrisi, olahraga, olah napas, mengistirahatkan tubuh agar tetap waras, dan berserah.

Makan dengan benar, tidak balas dendam. “Jangan semua dimakan sampai janin kebesaran. Ruang panggul yang tadinya banyak peluang untuk melahirkan normal, terjadi ketidaksesuaian antara bayi yang mau lahir dengan lebar panggulnya,” kata Eka.

 
Proses emosi ibu yang sedang hamil, dipaparkan oleh Anna Surti Ariani, M.Psi, Psikolog Klinis. Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia ini mengatakan bahwa tiap trimester usia kehamilan tiap individu berbeda.

Trimester 1; Rasanya bahagia sekaligus bingung. Jadi lebih sering buang air kecil yang bisa membuat ibu jadi tegang. Kadang-kadang hal kecil bisa jadi besar, membuat mood swing, tiba-tiba senang lalu sebal lagi.

Trimester 2; Kondisi lebih enak, lebih gembira dan lebih semangat. “Tapi ada

kekhawatiran soal penampilan. Ngrasa tambah gendut, kurang menarik, jadi lebih manja sama suami, lebih menuntut perhatian. Kalau suami nggak paham, istri merasa ngga dipahami,” papar Nina.

 Pada trimester ini fokus ibu penuh pada kehamilannya sehingga ketika bekerja menjadi kurang konsentrasi dan mudah lupa.

Trimester 3; Kehadiran anak semakin dirasakan. “Eh, bener ada anak.

Menunggu proses kelahiran ada lagi kecemasannya. Kadang-kadang ada depresi. Depresi selama kehamilan (prenatal depression),” ujar Nina.

Rasa pegal pada tubuh ibu hamil menambah ketidaknyamanan fisik, yang bisa berakhir pada ketidaknyamanan psikologis. Ini membuat bunda-bunda gampang marah dan sensitive.

Perubahan-perubahan itu memang karena hormone, tapi vitalitas ibu juga berperan. “Memang selalu disarankan untuk cukup istirahat, memenuhi kebutuhan gizi dan olahraga,” jelas Nina. Nina juga mengatakan bahwa dukungan sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Terutama dukungan sesuai kebutuhannya. Dukungan suami, mertua, sangat penting. (IR)

 
Tonton video 9 Bulan yang Menakjubkan di kanal You Tube AYAHBUNDAmagz
- Ayo Tetap Berolah raga

- Makan Dengan Benar

 

 

 
 
 

 

 


Topic

#9bulanyangmenakjubkan



Artikel Rekomendasi

Keguguran Akibatkan PTSD

Apapun penyebab keguguran, pasti menimbulkan perasaan sedih berkepanjangan. Kesedihan ini tak dapat diukur dari lamanya kehamilan. Walau kehamilan baru berusia beberapa minggu misalnya, rasa kehilanga... read more

Load more