Pro dan Kontra Mengumumkan Kehamilan via Media Sosial

 



Foto: Pixabay



Setuju, kan, bahwa kehamilan adalah kabar bahagia yang harus dibagi kepada orang lain. Belakangan semakin banyak selebritas dan pasangan muda memilih mengumumkan kehamilan via media sosial. Yang tentu saja mendapat reaksi positif dari teman dan followers-nya berupa ratusan bahkan ribuan likes plus comments. Tetapi, apakah sebenarnya perlu mengumumkan kehamilan via media sosial? Berikut empat pertimbangannya jika Bunda berniat melakukannya.

Pro
1. Kabar bahagia cepat tersebar
Menurut sosiolog Meredith Nash, salah satu keuntungan mengumumkan kehamilan via media sosial adalah cara termudah untuk memberi tahu banyak orang dalam hitungan detik. “Mereka akan mengucapkan selamat dan bertanya lebih lanjut soal kehamilan Anda. Inilah momen awal bagi banyak ibu hamil merasakan menjadi calon ibu,” jelas Meredith seperti dilansir dari Abc.net.au.

Namun, harus diingat bahwa kehamilan akan melalui perjalanan panjang naik-turun selama 9 bulan. Bahkan setelah dijaga baik-baik, ibu hamil bisa mengalami keguguran. “Trimester pertama kehamilan merupakan yang tersulit. Jika memang ingin membagikannya harus atas keinginan sendiri,” tambah Meredith.

Oleh karena itu, pikirkan juga ‘apa yang akan saya lakukan bila kehamilan tidak berjalan lancar’ atau ‘bagaimana cara terbaik memberi tahu soal keguguran kepada orang lain?’ sebelum mengunggah foto test-pack atau hasil USG.
 
2. Menyadari konsekuensinya
Ada baiknya Ayah dan Bunda sudah mengabari keluarga dan teman dekat sebelum membagikannya di akun pribadi. Bagaimana perasaan orangtua Anda bila mengetahui berita kehamilan ini dari tetangganya? Meskipun ingin menyimpannya sebagai kejutan bukan berarti menyimpannya rapat-rapat dari keluarga, ya.
Selain itu pilihan kata yang mengikuti konten harus mempertimbangkan perasaan orang lain, mungkin teman yang baru kehilangan bayinya. Menurut Diane Gottsman selaku ahli etiket dan pengarang buku “Modern Etiquette for a Better Life”, seseorang harus mengunggah konten dengan penuh respek dan pertimbangan, seperti dilansir dari Thesun.co.uk. Sadari pula bahwa foto atau video yang diunggah akan menjadi konsumsi publik sehingga begitu viral, Anda sulit untuk menghapus jejak digital unggahan tersebut.

Kontra
3. Ingin berkompetisi
Hanya karena teman-teman atau selebritas mengunggah video/foto kehamilannya bukan berarti Bunda harus ikut-ikutan tren tersebut. Tidak semua hal harus dibagikan kepada followers dan lingkaran pertemanan Anda di akun media sosial. Seperti ditulis oleh Rachel Strella, pendiri Strella Social Media (perusahaan manajemen media sosial) via Prdaily.com

4. Memberi pengaruh negatif
Rachel juga tidak menyarankan untuk beradu argumentasi dengan haters atau komentar negatif via media sosial. Hal ini hanya akan menghabiskan waktu, energi, dan kreativitas ibu hamil! Padahal banyak hal lebih penting untuk dipikirkan, seperti fokus kepada perkembangan bayi Anda, ketimbang bereaksi terhadap netizen.


ALICE LARASATI


Baca juga:
Apakah Anda Hamil? Cek 6 Gejala Awal Kehamilan di Sini!
Baca 5 'Syarat' Finansial Sebelum Merencanakan Kehamilan

 


Artikel Rekomendasi

Hamil Dan Karir Sejalan

Setiap ibu hamil tidak harus menghentikan geraknya di kantor atau bahkan cuti panjang selama kehamilan. Kehamilan bisa tetap selaras dengan karir, asal Anda tahu kiatnya. ... read more

Load more