Melahirkan di Luar Negeri

 




Karena suami WNA, pindah rumah, tempat kerja, atau hal lain, Anda harus melahirkan di luar negeri. Inilah tips agar tetap tenang meski bersalin di negeri orang.

Beritahu dokter tentang rencana persalinan di luar negeri. Ajukan alasan Anda, minta dukungan dan catatan medis lengkap. Selain itu, pertimbangkan sarannya seputar jadwal keberangkatan.

Jangan segan berkonsultasi langsung, via telepon atau email dengan dokter atau rumah sakit di luar negeri yang akan menangani persalinan mengenai kemungkinan metode melahirkan, makanan di rumah sakit, kehadiran pendamping persalinan, pelaksanaan IMD dan rawat gabung, juga lama rawat inap.

Cari informasi seputar kelebihan dan kekurangan layanan kesehatan di negara tujuan tentang support system bagi ibu sebelum dan sesudah bersalin, juga tunjangan bagi ibu dan anak.

Bila berencana bukan sebagai permanent residence (penduduk tetap), kemungkinan Anda harus menanggung sendiri biaya persalinan. Siapkan biayanya. Terkadang sebagian WNA, Anda harus membayar lebih mahal dibanding penduduk setempat.

Bila Anda permanent residence negara tersebut sejak sebelum hamil, setelah mengetahui kehamilan, persiapkan asuransi kesehatan yang menanggung biaya kehamilan dan persalinan.

Bila hanya "numpang" melahirkan dan akan segera kembali ke tanah air setelah bersalin, harus menunggu setidaknya usia bayi 7 hari untuk terbang dengan pesawat udara. Minta surat keterangan yang menyatakan Anda dan bayi sehat untuk naik pesawat terbang, dan pastikan bayi sudah memiliki akta kelahiran yang dibuat di negara tersebut. Setelah lewat 60 hari, akta kelahiran yang dibuat harus mengikuti tempat orangtua tinggal. Cara mengurusnya, kunjungi kantor imigrasi di Indonesia dan minta Tanda Bukti Kelahiran di Luar Negeri.

Siapkan pendamping persalinan yang bisa berkomunikasi dengan petugas medis di rumah sakit dalam bahasa asing yang digunakan.

Siapkan mental, sebab Anda jauh dari keluarga besar, teman. Kemungkinan segalanya harus dilakukan hanya bersama dengan suami.           


Baca juga:
Sukses ajak bayi naik pesawat

 


Artikel Rekomendasi

Load more