8 Fakta Tentang Kurma

 

fotosearch

Di Indonesia, buah kurma sangat identik dengan Ramadan. Meski di negara asalnya, Timur Tengah, kurma bisa ditemukan setiap hari karena sudah menjadi makanan pokok selama ribuan tahun. Di balik pesona kurma, ternyata ada beberapa hal yang masih dipertanyakan.
 
1. Benarkah kurma sehat?
Buah kurma memang terkenal memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan tubuh. Dalam satu biji kurma mengandung karbohidrat (glukosa dan fruktosa), protein, lemak tumbuhan –yang masuk ke dalam jenis lemak tak jenuh, vitamin (A, C, B kompleks, tiamin, riboiflavin, niasin, dan asam folat),  mineral (kalium, kalsium, zat besi, fosfor, selenium, magnesium, natrium, cobalt dan zink), dan serat. Dr. Ir. Diah M. Utari, MKes dari Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, seperti dikutip pesona.co.id,  sekitar 60% kandungan buah kurma adalah karbohidrat. Sisanya adalah perpaduan zat gizi magnesium, kalium, kalsium, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin B2.

Dr. Ir. Diah menjabarkan juga bahwa setiap 100 gram kurma mengandung kalium sekitar 500-600 mg. Ada magnesium 40 mg, serta kalsium sebanyak 35 mg di dalamnya, serta vitamin B1 0,05 mg, vitamin B2 0,06 mg, niasin 1,2 mg, asam folat 17 mcg, vitamin A 9 IU, dan serat 5-7 gram.
 
Kandungan kalsium yang terdapat pada kurma berperan dalam pembentukan tulang dan gigi. Sedangkan tembaga diperlukan untuk produksi sel darah merah, dan magnesium penting untuk pertumbuhan tulang.

Beberapa penelitian pun mengungkapkan, vitamin C yang terdapat pada kurma tinggi sehingga mampu bertindak sebagai senyawa antioksidan dan mampu melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas. Belum lagi serat-nya, mampu melindungi saluran pencernaan.
 
2. Kenapa cocok buat buka puasa?
Kurma dipilih dengan alasan memiliki rasa manis, yang berasal dari glukosa dan fruktosa. Menurut Jansen Ongko, M.Sc, R.D. di dalam websitenya, www.ask-jansen.com, kandungan gula di dalam kurma baik untuk meningkatkan kadar gula setelah seharian berpuasa.

Dan, kandungan glukosa dan fruktosanya mampu membuat tubuh kembali bugar. Oleh karenanya, kurma cocok sebagai bekal camilan dalam perjalanan, tidak cuma tepat untuk teman berbuka puasa saja.
 
3. Siapa saja yang boleh makan kurma?
Seperti yang dilansir oleh parentinghealthybabies.com, kurma bisa merupakan salah satu buah terbaik yang bisa Anda berikan pada bayi --yang sudah lulus ASI ekslusif. Kurma dianggap kaya akan nutrisi yang mampu mendukung tumbuh kembang bayi. Sebut saja kalsium, magnesium yang terdapat di dalam kurma. Kedua zat ini baik untuk kesehatan tulang dan gigi anak.

Kurma juga mampu mengobati gangguan yang terjadi pada bagian pencernaan anak, seperti usus dan lambung. 
 
Jadi, Anda tidak perlu ragu untuk memberikan kurma pada bayi, asalkan pemberian kurma disesuaikan dengan tumbuh kembang bayi, salah satunya adalah  tekstur makanan yang bisa diterima oleh mulut bayi.

Di AS, kurma dijadikan sebagai pilihan finger food untuk bayi usia 10-12 bulan. Hal ini bisa juga Anda lakukan, tetapi pastikan Anda membuang biji kurma terlebih dahulu agar tidak tertelan.
 
Bagaimana untuk ibu hamil? Kurma bisa dijadikan salah satu sumber energi ibu hamil. Jadikan kurma sebagai camilan ibu hamil, baik lho, Bunda, dibandingkan Anda mengonsumsi gorengan. Bawa selalu kurma di dalam tas Anda, ya, Bunda!

 
4. Berapa banyak makan kurma?
Anak usia 1-3 tahun membutuhkan 1000 kalori per hari, orang dewasa membutuhkan 1600 kalori per hari, yang pemberiannya terbagi atas 3 kali makan dan 2 kali camilan. Sedangkan ibu hamil trimester 1 membutuhkan 2000 kalori, trimester 2 membutuhkan 2300 kalori, dan trimester 3 membutuhkan 3300 kalori.

Dari kebutuhan kalori per hari, Anda bisa menghitung berapa yang harus dikonsumsi oleh si kecil atau ibu hamil. Berhubung kurma kerap dijadikan sebagai camilan, berapa banyak kurma yang bisa kita konsumsi? 

Ahli gizi Jansen Ongko, M.Sc, R.D. menuliskan dalam www.ask-jansen.com, 3-5 biji kurma hanya setara 100-150 kalori. Menurutnya juga, kurma merupakan camilan pilihan terbaik karena selain rasanya yang enak dan mudah dicerna.
 
5. Amankah kurma untuk penderita diabetes?
Cita rasa manis, seperti yang terdapat pada gula memang dapat memengaruhi kadar gula dalam darah. Hal ini membuat penderita diabetes perlu menjaga asupan gula yang masuk ke dalam tubuh.

Bagaimana dengan buah kurma, empunya nama latin Phoenix dactylifera ini memiliki rasa yang manis, amankah? Dr. Ir. Diah M. Utari, MKes dari Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, memaparkan dalam pesona.co.id, bahwa kurma aman dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus, namun kalorinya tetap tinggi. Penderita diabetes mellitus tetap perlu membatasi konsumsi kurma.
 
6. Apakah kurma bisa menggantikan gula?
Beberapa ahli selalu menyarankan untuk mendapatkan rasa manis dari buah atau aneka buah kering. Kurma bisa jadi salah satu pilihan Anda untuk dijadikan bahan campuran camilan bayi dan balita.

Untuk mendapatkan manfaat optimal dari buah kering, pilih yang organil atau yang tidak mengandung sulfur dioksida karena senyawa ini bisa meningkatkan risiko asma.

Chef Naldi Budhiarto dari Dapur Uji Femina Group pun menyarankan buah kurma jenis medjool yang lebih manis dan berserat sebagai olehan cokelat seperti truffle atau cookies.


7. Apakah kurma yang dijual di pasaran sehat?
Kurma yang sering Anda temukan di pasaran memang bukan kurma yang segar, baru dipetik. Beberapa ahli mengungkapkan bahwa meski tidak sesegar usai dipetik, nutrisi pada buah kurma tidak rusak.

Sebab kadar gula yang terdapat pada kurma bisa menjadi zat pengawet alami. Yang hilang dari kurma ‘tidak segar’ itu hanyalah kadar airnya dan vitamin C. Karakter vitamin C adalah akan cepat hilang jika terpapar panas matahari dalam waktu lama.  
 
8. Bagaimana memilih kurma yang berkualitas?
Untuk memilih kurma yang berkualitas baik, perhatikan kulit kurma. Kurma yang baik terlihat mengilap, tidak bulukan, dan tidak terlihat lengket atau menempel.

Pilih juga kurma dengan tangkai yang masih menempel. Sebab tangkai ini yang mempertahankan rasa manis kurma. Hindari membeli kurma di tempat terbuka tanpa penutup.

Hati-hati bila Anda melihat kurma yang tidak dihinggapi lalat, padahal ditaruh di arena terbuka. Kurma ini biasanya sudah diberi bahan kimia. Dan, jika Anda ingin kurma yang sudah Anda beli awet, simpan dalam wadah tertutup rapat, lalu masukkan ke dalam kulkas.


Baca juga : Tambahan Gizi untuk Anak 

 


Artikel Rekomendasi

Terapi Jus

Pengobatan dari alam saat ini menjadi pilihan yang banyak dicari. Salah satunya adalah terapi kesehatan dengan memanfaatkan jus berbahan baku buah-buahan dan sayuran, selain minim asupan zat kimia ke ... read more

Load more