Cerdas di Masa Krisis

 

Photo: freepic

Pandemi covid-19 sejak Februari lalu menimbulkan krisis ekonomi di banyak negara. Indonesia, tentu juga terdampak.
 
Hasil riset McKenzie Indonesia menyebut;
Hampir 60% masyarakat Indonesia kelas menengah ke atas penghasilannya berkurang. Di saat yang bersamaan pengeluaran meningkat 50%. Hampir 70% orang tidak dapat menabung.
 
Empat bidang pengeluaran yang meningkat itu adalah;
- Grocery shopping. Tiba-tiba para bunda nye-tok karena panik.
- Entertainment at home. Ibu-ibu nonton drakor, ayah-ayahnya main game.
- Holdhouse supplies; alat pel, desinfectan yang dibeli dalam jumlah banyak.
- Snack. Biasanya nyamil di kantor, jadi belanja banyak snack untuk di rumah.
 
Fakta tersebut diungkap oleh Prita Ghozie, Financial Consultant, CEO & Co Founder Zap Finance – pada acara Ngobrol Bareng @ayahbunda_ #dirumahsaja, bertema Cerdas Kelola Finansial di Masa Krisis, Rabu 22 April 2020.
 
“Tapi kondisi mulai membaik, orang mulai menyesuaikan. Bagaimana sebaiknya menyikapi kondisi ini?” Menurut Prita – ibu 2 anak ini – ada 3 hal yang harus dilakukan:


1. Menerima keadaan, bersikap legowo, karena di luar sana banyak yang mengalami hal ini.  Bersyukur, dan bersyukur.
 
2. Mengatur ulang bujet rumah tangga. Keluarga yang memiliki bayi dan yang punya anak sudah sekolah tentu berbeda.
 
“Ketika anak-anak saya mulai sekolah di rumah, masing-masing harus punya gadget, dan modem juga masing-masing harus punya. Berarti kalau ada yang meningkat, harus ada kompensasi. Misalnya gaya hidup harus diturunkan. Kurangi pemakaian AC pada siang hari,” Prita mencontohkan.
 
Untuk Anda yang sejak semula sudah amburadul – tidak mengatur bujet, ada 3 hal yang dapat dijadikan panduan, yaitu:


- Living, adalah biaya yang tidak dapat di-nego seperti makan, listrik, cicilan, dan biaya kesehatan. Tetapi, makan pun masih bisa dikompromikan. “Kalau biasanya ada 4 macam lauk dan sayur, kurangi menjadi 2, tanpa mengurangi nilai gizinya.”

- Saving.   “Ini penting, bunda dan ayah harus punya dana darurat,” kata Prita.  Menurut Prita, dana darurat ini tidak untuk ke mana-mana, tetapi untuk survive.

- Playing. "Ini penting untuk menjaga agar mental kita tetap sehat. “Playingnya seperti apa? Cari yang gratisan saja, misalnya nonton IG Live,” saran Prita.


3. Harus punya cash. Cash artinya dana tunai. Dompet elektronik termasuk dana tunai. Buatkan pos pada dompet elektronik; living, saving, dan playing. “Untuk amannya kita persiapkan sampai Desember,” saran Prita.
 
“Ibarat orang akan naik gunung, harus bawa bekal yang cukup karena dia akan masuk hutan. Kapan keluarnya, nggak tahu. Bekal harus cukup. Kalau ada sisa, itu lain soal,” ujar Prita.
 
Kita tidak pernah tahu kondisi ini sampai kapan. “Gawatnya ibu-ibu, seringkali emosional dalam mengambil keputusan. Panic buyer,” ujar Prita. Lebih lanjut ia menjelaskan pentingnya dana darurat. “Dana darurat itu bukan untuk investasi atau tabungan. Dana darurat disimpan di dompet elektronik untuk bayar-bayar.”  
 

 


Artikel Rekomendasi

Load more