Ketika kita memilih peran menjadi ibu bekerja, seharusnya tak ada alasan tiba-tiba merasa ragu bahkan menyesal harus meninggalkan anak untuk bekerja. Mengapa? Agar Anda dapat berperan total, baik sebagai ibu sekaligus karyawati atau pebisnis atau apa pun peran Anda di luar kodrat menjadi ibu.
Namun tak dapat dipungkiri ada saja situasi yang kemudian membuat Anda melangkah ke luar rumah dengan gamang. Yang salah bukan Anda, bukan situasi atau pekerjaan Anda. Kuncinya adalah pengelolaan yang baik serta kesempatan untuk selalu melakukan refleksi diri dan evaluasi.
Situasi “menegangkan”. Situasi tipikal berikut ini, biasanya akan membuat hampir semua ibu bekerja ragu berangkat kerja, plus terselip rasa bersalah:
Seninya hidup dan sikap rasional. Untuk menyeimbangkan diri dalam dua dunia dan merasa happy menjalnkan keduanya memang penuh dinamika. Kuncinya, organisasi diri dan sikap rasional. Berikut tipsnya:
Tentu saja, organisasi diri saja tak cukup. Karena hidup adalah seni! Lengkapi derap langkah tegar Anda dengan sentuhan keibuan, kerjasama serta komunikasi dengan pasangan dan lingkungan sekitar Anda, termasuk lingkungan kerja, plus sikap fleksibel. Untuk yang terakhir disebutkan, sama artinya dengan tak bersikap terlalu keras terhadap diri sendiri. Bukankah, tujuan hidup ini untuk mencapai kebahagiaan?!