Program Digital Village & Library Untuk Anak-Anak Rentan dalam Pembelajaran Jarak Jauh
Dari usia PAUD hingga sekolah lanjutan perlu dukungan untuk sekolah daring.... read more
Jangan remehkan kegemaran anak bertanya. Jika anak banyak bertanya, jangan dimarahi. Sebaliknya, jawab pertanyaan-pertanyaan anak dan puaskan rasa ingin tahunya.
Banyak bertanya sebenarnya adalah tanda-tanda kecerdasan anak. Menjawab problem bunda Ira yang anaknya banyak bertanya, menurut Nessi, kunci menjawab pertanyaan-pertanyaan si kecil yang bertubi-tubi adalah, pertama, kita harus terus belajar. “Jika Anda tahu banyak, maka Anda bisa menjawab pertanyaan anak,” jawab Nessi.
Kedua, Anda harus lebih sabar. Usahakan napas beberapa kali, sehingga Anda bisa memikirkan jawaban yang tepat untuk memuaskan anak. Gunakan bahasa yang sederhana dan kalimat yang pendek-pendek supaya anak bisa mencerna apa yang disampaikan bundanya.
Ayo, terlibat!
Jangan jadikan kecerdasan si kecil sebagai ambisi pribadi orang tua tanpa mengenal anak dengan sungguh-sungguh. Jika itu terjadi, maka kecerdasan si kecil tidak akan berkembang optimal, karena tidak sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
Kenali siapa dan seperti apa anak Anda. Dari situ Anda bisa mengukur kemampuan dan tingkat kecerdasan anak, sehingga Anda tahu cara yang paling tepat untuk mengoptimalkan kecerdasannya. Yang pasti, setiap anak itu berbeda, begitu pula pendekatan yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan kecerdasannya.
Lalu bagaimana agar kita bisa mengenal dan mengetahui sisi-sisi kreatif dan kecerdasan anak? ”Terlibatlah dengan anak,” saran Nessi berulang kali.
Jangan melulu memberikan mainan dan meninggalkan si kecil asyik sendiri dengan mainannya. Sebaliknya, ajak anak berkegiatan bersama Anda. Dengan terlibat bersama anak, Anda juga bisa mengajarkan banyak hal yang bisa mengoptimalkan kecerdasannya.
Gembira bersama
Bukan hanya materi seminar yang rupanya disukai para ayah dan bunda. Beragam permainan untuk mereka, yang dipandu oleh moderator Tike Priyatnakusumah, juga heboh diikuti para seminar tersebut. Salah satunya adalah keterampilan berprakarya.
Setiap kelompok meja dibagikan amplop cokelat yang berisi bahan-bahan prakarya seperti karton, kertas emas dan perak, gunting, lem, kapas, dan sebagainya. Tugas bunda dan ayah adalah membuat apa saja sekreatif mungkin dari bahan-bahan tersebut secara berkelompok.
Selain itu, kegembiraan juga tampak ketika doorprize dan grandprize dibagikan Ayahbunda serta SGM 3 dan SGM 4. Tak heran bila Emi, bunda Rafli Oktaviani, 4 tahun diakhir acara berkomentar, “Tema seminarnya bagus dan suasananya menyenangkan!”
[((Album:angelawika@yahoo.com|01))]
Dari usia PAUD hingga sekolah lanjutan perlu dukungan untuk sekolah daring.... read more
Anak dan remaja rentan telantar, kehilangan pengasuhan orang tua, terkendala belajarnya.... read more
Serial buku Sikap Baik karangan dokter Mesty dan rekan. ... read more