Makan Jadi Momen Bermakna Saat Omakase Bertemu Dunia Anak

 

 Anak akan lebih terpacu belajar makan mandiri dengan dukungan kursi makan yang ergonomis. Foto: Yamatoya-Mothercare

Bagi keluarga modern, area makan kini tidak lagi hanya digunakan untuk menyantap hidangan bersama, tetapi menjadi tempat anak belajar berinteraksi, mengembangkan kebiasaan, dan membangun rutinitas harian yang konsisten. Namun dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap kualitas pengalaman makan anak juga semakin meningkat. Bukan hanya soal menu yang tersaji, melainkan bagaimana suasana, posisi duduk, hingga interaksi selama waktu makan dapat memengaruhi proses belajar anak. Di tengah meningkatnya minat terhadap desain rumah yang fungsional, ruang makan juga mengalami perubahan peran termasuk furnitur yang digunakan oleh anak.

Perubahan cara pandang tersebut menjadi salah satu latar belakang hadirnya "Yamatoya Sukusuku Pop-Up Experience" yang digelar pada 25–31 Mei 2026 di South Atrium Pondok Indah Mall 2, Jakarta. Mengusung tema “Omakase”, aktivasi ini menghadirkan pendekatan yang terinspirasi dari filosofi keluarga Jepang, di mana perhatian terhadap detail menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Di Jepang, konsep pengasuhan sering kali menempatkan rutinitas harian sebagai sarana pembelajaran. Waktu makan bukan sekadar kesempatan memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga ruang bagi anak untuk membangun kemandirian, mengenal batasan, serta berinteraksi dengan anggota keluarga.

Tren serupa kini mulai terlihat di Indonesia. Kesadaran mengenai pentingnya feeding posture, kebiasaan self-feeding, dan mindful eating semakin banyak diperbincangkan oleh para orang tua. Fase MPASI dipahami sebagai bagian dari proses perkembangan anak yang berlangsung jauh melampaui masa pengenalan makanan pertama.

“Saat ini orang tua semakin aware bahwa fase MPASI bukan hanya tentang makanan, tetapi juga bagaimana menciptakan pengalaman makan yang nyaman dan mendukung perkembangan anak secara jangka panjang. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan solusi sekaligus edukasi yang dapat membantu parents menjalani fase MPASI dengan lebih percaya diri,” ujar Kartika Tirta Putri.

Melalui pengalaman interaktif ini, pengunjung diajak memahami berbagai aspek yang mendukung quality mealtime. Salah satunya, soal pentingnya posisi duduk yang ergonomis saat makan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa postur tubuh yang stabil dapat membantu anak lebih fokus saat makan, mengurangi risiko tersedak, sekaligus mendukung perkembangan keterampilan motorik halus.

Selain area pengalaman produk, rangkaian kegiatan juga menghadirkan workshop edukatif mengenai MPASI bersama William Jayadi Iskandar dan Radhian Amandito. Dalam sesi workshop juga  dibahas soal pentingnya proses belajar makan mandiri hingga cara menciptakan suasana makan yang nyaman dan menyenangkan sejak usia dini.

Pelajaran ini yang menjadi benang merah dalam kehadiran merek furnitur anak yang mengutamakan kualitas, keamanan, serta desain yang dapat mengikuti kebutuhan keluarga dalam jangka panjang.  Dan selama ktivitas ini berlangsung, diperlihatkan bagaimana desain, edukasi, dan pola pengasuhan dapat saling terhubung dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah arus informasi parenting yang semakin beragam, pendekatan yang berfokus pada pengalaman nyata dan kebiasaan sederhana justru menjadi relevan bagi banyak keluarga.

 Baca juga:

Belajar tanpa Takut, Bertumbuh dengan 3D
Ruang Bermain Kini Jadi Bagian Penting Tumbuh Kembang Anak
Cara Lama Membiasakan Anak Makan Sayur: Sembunyikan!

 


Topic

#MothercareIndonesia



Artikel Rekomendasi

Cintai Dia Tanpa Syarat

Saat pertama kali mengetahui anaknya autis, umumnya orang tua shock. Reaksi orang tua biasanya tidak dapat langsung menerima. ... read more

Load more
".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>