7 Manfaat Buku Audio Bagi Bayi dan Balita

 


Foto: Mentatdgt / Pexels


Apakah Ayah dan Bunda termasuk orang tua yang mengalihkan perhatian si kecil menggunakan gawai atau gadget? Jika ya, mungkin Anda ingin mencoba buku audio yang menawarkan pilihan cerita pendek dengan berbagai tema, mulai dari hewan hingga moral, sebagai kegiatan untuk mengisi waktu anak. Lebih aman juga buat matanya daripada berkutat menonton layar hp, nih.

“Apabila sejak usia 2 tahun si kecil sudah mendengarkan cerita melalui buku audio, mereka akan belajar mendengarkan dengan penuh perhatian, bukan sekadar mendengar sesuatu. Mendengarkan cerita melalui buku audio melibatkan lebih banyak pemahaman. Itu adalah sesuatu yang mereka pilih untuk dilakukan dan direspons,”kata pakar pendidikan Simone Tonkin seperti dilansir dari laman Livingandloving.co.za.


Simone mengatakan setidaknya ada 7 manfaat buku audio untuk bayi dan balita seperti yang berikut ini:

1/ Membantu mengembangkan keterampilan mendengarkan yang sangat penting untuk semua aspek pembelajaran.

2/ Mengajarkan si kecil untuk memerhatikan detail.

3/ Membangun keterampilan daya ingat si kecil, terutama jika mereka mendengarkan cerita lebih dari satu kali.


4/ Merangsang imajinasi dan mendorong keterampilan visualisasi.

5/ Menambah kosa kata si kecil, terutama memahami bagaimana kata-kata digunakan dalam suatu konteks.

6/ Menawarkan keterlibatan dua arah--tidak seperti layar gawai yang hanya berlaku satu arah.

7/ Saat orang tua duduk bersama si kecil untuk mendengarkan cerita, Anda juga dapat bertanya kepada anak saat jeda cerita tentang apa yang dia dengar. Hal ini mendorong anak lebih tertarik untuk mendengarkan dan memahami cerita secara efektif.

      

Buat anak yang lebih besar sebaiknya mendengarkan buku audio sambil memegang buku agar manfaatnya maksimal. "Penelitian menunjukkan bahwa ketika seorang anak mengenali kata-kata pada buku ketika mendengarnya, mereka akan membaca dengan lebih baik dan itu sebuah bonus," jelas Simone.

Di sisi lain, Dr Sally Ward, terapis bahasa dan penulis buku Baby Talk, mengajurkan untuk mulai bercerita kepada si kecil sedini mungkin. Sejak bayi Anda lahir, ia akan belajar mengenali suara dan merespons nada yang berbeda dalam suara Anda, serta cara Anda mengekspresikan sesuatu sebagai caranya belajar memahami dunia. Oleh karena itu, Bunda dapat memperkenalkan buku bergambar dan buku berwarna kepada anak sejak usia 6-9 bulan. Anda juga dapat membangun rutinitas mendongeng sebelum si kecil tidur. Seiring dengan perkembangan bahasa, keterampilan menyimak, serta rentang perhatiannya, perlahan-lahan Anda dapat memperkenalkan buku audio, mulai dengan cerita pendek, lalu mengenalkan cerita berdurasi panjang secara bertahap.


 


Artikel Rekomendasi

Load more