“Selain diakibatkan kekurangan vitamin tertentu, penyebab sariawan juga bisa diakibatkan oleh virus, jamur, maupun trauma mekanis, seperti saat menggosok gigi,” ujar dr. Margaretha Komalasari, SpA., dari RS Pusat Pertamina dan Brawijaya Women & Children Hospital, Jakarta. Meskipun jika hanya didiamkan saja, sariawan bisa menghilang sendiri. Untuk bantu meredakan rasa nyerinya, orangtua dapat memberikan makanan dingin. “Itu bila tergolong sariawan yang ringan, sehingga bisa diobati sendiri di rumah. Selain itu juga bisa diolesi madu,” tambahnya lagi. Sariawan yang disebabkan jamur, cirinya berwarna putih seperti susu basi menempel, rasanya panas, sehingga anak menolak menyusu dan makan, sebaiknya musti segera diberikan salep anti jamur. Bila selama anak sariawan maka pola makan jadi terganggu, diikuti demam tinggi, dan menjadi lemas akibat dehidrasi (akibat menolak makan dan minum), sebaiknya segera datangi dokter.
Anak lahap makan tetapi tinggi badan tidak bertambah sesuai usianya sering membuat orang tua bingung. Kondisi ini ternyata tidak selalu berkaitan dengan gizi, melainkan bisa menjadi tanda gangguan hor... read more
Di tengah tantangan stunting dan obesitas, pemahaman terhadap nutrisi dan pemilihan susu pertumbuhan yang tepat menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.... read more
Ketika filosofi Jepang tentang ketelitian dan kenyamanan hadir di meja makan keluarga, fase MPASI menjadi lebih dari sekadar rutinitas harian. ... read more