Siapa yang tak kenal Moch. Tria Ramadhani atau yang akrab disapa Tria. Vokalis band yang satu ini ternyata sudah menjadi ayah dari dua anak yaitu Lenonina Maryam Daria (2 tahun) dan Jaggira Hannah Daria (5 bulan). Simak kisahnya!
Sejak remaja saya sering membayangkan bagaimana rasanya jadi ayah. Pasalnya saya sendiri merasa jiwa saya masih seperti anak-anak. Makanya hingga saat ini, meski sudah memiliki dua anak, saya masih nggak percaya dan saya yakin akan selalu menjadi pengalaman tak terlupakan. Apalagi dulunya saya termasuk orang yang tidak terlalu menyukai anak kecil. Tapi, sekarang anak bagaikan magnet, saya tidak bisa lepas dari mereka. Melihat tingkat laku anak bikin saya
happy. Ternyata, sejak memiliki anak ke dua, saya dan pasangan malah jauh lebih santai. Dulu, setiap kali Lenon mengalami perubahan, misalnya jika mendadak tidurnya menjadi lebih malam atau susah makan, kami pasti panik. Maklum, lah, pengalaman pertama. Namun, sekarang kami menanggapi perkembangan anak dengan lebih tenang. Boleh dibilang kegiatan saya dan Dhatu Rembulan (istri) tidak lepas dari urusan pekerjaan dan anak, tapi kami menikmati setiap momennya.
Dalam mengurus anak, saya dan pasangan saling membagi tenaga. Jaggira lebih sering menghabiskan waktunya bersama bundanya, sementara saya kebagian menemani Lenon. Untungnya Lenon tak pernah iri terhadap adiknya. Justru dia sering menirukan gaya kami dalam menunjukkan rasa cintanya, misalnya dengan mencium adiknya, atau ikut membantu memandikan Jaggira.
Saya juga sering membelikan Lenon buku, karena Lenon memang sangat menyukai buku. Saat kami jalan-jalan di mall, Lenon pasti akan berlari ke toko buku. Memang, sih, ia belum memerhatikan jalan ceritanya secara detail, tapi ia sudah dapat mengingat karakter dalam buku tersebut. Lenon juga suka mengeksplorasi lingkungan, sehingga saya selalu mengajaknya berkeliling ke area sekitar rumah, mengunjungi kebun binatang, atau melihat pameran hewan.
Aktivitas favorit kami adalah mandi! Hahaha. Saya bertugas memandikan Lenon. Biasanya Lenon bersemangat jika saya ajak mandi. Memang, ada kalanya Lenon tidak langsung mengikuti arahan saya. Biasanya saya atasi dengan mengikuti keinginannya namun tetap diarahkan untuk mandi. Misalnya, ia boleh mengambil mainannya, lalu saya akan membujuknya untuk bermain sambil mandi. Saya juga yang selalu mengantar Lenon pergi sekolah. Meski baru berusia 2 tahun, Lenon sudah menunjukkan kemandiriannya. Ia cepat bergaul dengan lingkungan sekolah, dan saya tak perlu menunggunya.
Kegiatan-kegiatan inilah yang selalu saya rindukan setiap kali harus manggung di luar kota. Untuk mengatasinya, setiap malam saya akan menelepon atau melakukan video call dengan istri, plus mengajak ngobrol Lenon dan Jaggira.
Dulu saat baru menikah, saya dan Dhatu pernah berencana tidak mengenalkannya pada gadget dahulu. Tapi, pekerjaan kami berdua tak pernah lepas dari gadget. Akibat sering melihat aktivitas kami menggunakan gadget, Lenon pun hobi memainkan gadget. Bahkan, di usia satu tahun, Lenon selalu berhasil menemukan YouTube di ponsel siapa pun yang tengah dipegangnya.
Tapi, saya selalu menemaninya saat memainkan gadget dan menonton TV. Lenon sangat menyukai nyanyian anak-anak. Uniknya, berbekal kegiatan tersebut Lenon sudah hafal mengucapkan abjad dalam bahasa Inggris. Gurunya di sekolah pun mengatakan, respons Lenon sangat cepat jika diajak berbicara dalam bahasa Inggris.
Rutinitas sebelum tidur saya dan Lenon adalah bermain. Bagi Lenon, saya adalah teman bermainnya. Saat saya di rumah, Lenon cenderung tidak mau cepat tidur karena ingin menghabiskan waktunya dengan saya. Saya tidak akan melarangnya, melainkan mengajaknya bermain hingga lelah dan mengantuk di kamarnya, sambil membujuknya dengan lembut agar segera tidur. Paling sering, sih, kami bermain kuda-kudaan. Saya juga mendongeng untuk Lenon, apalagi ia terhibur dengan gambar-gambar tokoh yang ada di dalam buku. Setelah lenon tertidur, saya lanjut menjalankan tugas kerja.
Setiap orangtua pasti selalu ingin memberikan yang terbaik dan bernilai positif kepada anak. Saat ini, Lenon masih dalam tahap sering berimajinasi, sehingga saya tak ingin memberinya batasan. Sebisa mungkin saya tidak akan mengucapkan tidak boleh kepadanya, kecuali kegiatan yang dilakukannya memang membahayakan dirinya. Bahkan setiap pagi saya akan menanyakan kepadanya apakah ia ingin sekolah hari ini. Jika jawabannya tidak, saya tidak akan memaksanya, sebagai gantinya saya mengajaknya melakukan kegiatan edukatif lain, seperti mengunjungi toko buku.
Lalu, saat Lenon marah, saya tidak akan membalasnya dengan emosi, melainkan semakin ia kesal, saya akan semakin berbicara dengan lembut hingga kemarahannya reda. Cara ini efektif, Lenon tak pernah lagi tantrum atau kesal di tempat umum.
(RIN/ERN)
Baca Juga
Cara Winda Viska Jaga Kesehatan Anak
Ini Dia Cerita Seru Para Selebriti Ayah