Uterus Bicornis, Si Rahim Ganda

 


Berkali-kali mengalami keguguran, dokter menyatakan Anda memiliki uterus bicornis atau rahim ganda. Kondisi ini merupakan salah satu bentuk kelainan pada organ reproduksi. Pada perempuan yang memiliki uterus bicornis, terdapat dua rahim dalam tubuhnya.
 
Uterus bicornis merupakan istilah ilmiah yang berasal dari bahasa latin. Artinya, tanduk. Uterus bicornis juga disebut uterus berbentuk hati, dalam hal ini uterus terdiri dari dua bentuk yang tampak seperti tanduk dan dipisahkan oleh septum. Uterus bicornis memiliki tonjolan di bagian atas dan di kedua sisi rahim. Penonjolan membuat rahim tampak lebih seperti organ berbentuk hati.
 
Kelainan pada organ reproduksi seperti uterus bicornis tidak dapat dilihat secara kasat mata dan tidak ada gejala sakit. Namun, biasanya perempuan baru sadar setelah menjalani kehamilan pertama atau mengalami keguguran berulang pada trimester pertama.
 
Mungkin Anda akan berpikir bentuk rahim yang tidak normal disebabkan gaya hidup yang kurang sehat di masa lalu. Hal ini sangat tidak tepat, karena uterus bicornis merupakan bawaan sejak lahir. Penyebabnya karena faktor genetik dan lingkungan.  

  
 
Pemicu Keguguran Berulang
 
Saat perempuan dengan uterus bicornis hamil, risiko mengalami keguguran cukup tinggi karena janin hanya dapat tumbuh pada salah satu uterus. Rongga uterus bicornis tentunya lebih sempit daripada rongga uterus normal. Hal ini akan menghambat pertumbuhan janin.

Sekitar 6 dari 10 perempuan yang memiliki uterus bicornis yang dapat bertahan dengan kehamilannya mengalami aborsi spontan atau keguguran. Sementara, 4 dari 10 perempuan yang tidak keguguran selama kehamilannya akan melahirkan bayi prematur.

Untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan pada organ reproduksi, dokter akan melakukan pengecekan melalui alat bantu seperti USG, sonde uterus, atau pengecekan kromosom. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan tes ini:

HSG (hysterosalpingogram)
Yaitu pemeriksaan yang menggunakan metode X-ray untuk memeriksa rahim serta tuba fallopii Anda. Dengan pemeriksaan HSG, Dokter dapat mengetahui apakah saluran tuba terbuka atau tersumbat dan apakah sumbatan berada di persimpangan tabung dan uterus (proksimal) atau di ujung tabung (distal).

Histeroskopi
Merupakan tindakan medis untuk melihat ada atau tidaknya kelainan pada rahim menggunakan histeroskop. Jika dibayangkan histeroskop ini seperti teropong berdiameter 1 cm dan panjang yang bervariasi.

Pada saat histeroskopi, dokter dapat juga melakukan tindakan bedah untuk pengambilan sampel lapisan rahim atau pengangkatan polip. Dari hasil pengecekan dan Anda dinyatakan uterus bicornis, selanjutnya dokter memberikan opsi apakah harus melakukan operasi untuk memperbaiki uterus atau tetap dengan kondisi yang ada.

Yang perlu Anda ingat, kondisi uterus bicornis pada rahim sudah terjadi sebelum Anda lahir. Jika Anda didiagnosis memiliki uterus seperti ini, tak perlu menyalahkan diri sendiri. Lakukan konsultasi dengan dokter secara berkala agar kehamilan Anda tetap sehat dan aman.

Maria Soraya Az Zahra


 

 



Artikel Rekomendasi

post4

ASI Deras Juga Harus Berkualitas

Kampanye “Peduli ASI Berkualitas” oleh IDAI, BKKBN dan Blackmores mengajak calon ibu, ibu hamil hingga ibu menyusui untuk menyiapkan ASI berkualitas demi menurunkan risiko stunting.... read more

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>