Si 2 Tahun: Beda Jauh & Dekat

 

 
"Halo Nessa.... Mama di sini,” ujar Siska pada Nesa putrinya yang  berusia 2 tahun. “Iya, Mama di sini,” kata Nessa yang sedang duduk di pojok ruangan.
 
“Bukan! Nessa bilangnya Mama di sana, Nessa di sini. Memang tidak mudah mengajarkan konsep spasial pada anak? Bagi Nessa, “jauh” atau “dekat” bisa jadi, konsep yang membingungkan. Sejauh mana ia tahu apa itu “jauh” dan apa itu “dekat”?
 
Belajar spasial. Apa itu “di sana”, apa itu “di sini”? Jika Anda pada posisi sudut pandang berbeda dari si 2 tahun tentu tidak mudah mengajarkan konsep “jauh-dekat”. Ia cenderung meniru apa yang Anda katakan, meski Anda berdua pada posisi  berlawanan. Jadi, Anda dan si kecil harus berada pada sudut pandang yang sama.
 
Namun, lama kelamaan, anak memahami makna kata ”di sini” berbeda dengan kata “di sana” dalam menunjukkan tempat.  Mulai sekitar usia 27 bulan, anak dapat mengkombinasikan dua kata atau bahkan lebih untuk menunjukkan lokasi. Misalnya ibu di kamar, adik di sini, ayah di luar dan sebagainya.  Hal ini juga menunjukkan si kecil mulai paham “di sini” dan “di sana” merupakan dua tempat yang berbeda.
 
Mengasah keterampilan spasial tentu tidak dapat mengabaikan kemampuan si kecil mengenai jarak.  Namun di usia ini anak belum terlalu paham jarak. Paling tidak, jika kita hendak pergi ke suatu tempat kita mulai dapat memperkenalkan konsep “jauh” dan “dekat” dengan cara sederhana.  Mengatakan bahwa rumah Lina bertetangga “dekat” dengan kita, sedangkan rumah nenek “jauh” karena harus naik mobil untuk sampai ke sana.
 
Semakin kreatif . Anak memang tidak begitu saja paham konsep jarak. Anda bisa mengajak si kecil semakin memahami hubungan spasial antara dirinya dengan orang atau benda lain dengan latihan sederhana. Tanyakan benda-benda di dekatnya, juga  benda-benda yang jauh darinya. Berikan pemahaman sederhana tentang ini. Melalui latihan-latihan, si 2 tahun semakin tahu, konsep “jauh” dan “dekat”.

Kecerdasan visual-spasial pastinya sangat berguna bagi anak baik untuk masa sekarang maupun nanti. Ia semakin memahami dunia sekitar  sehingga merasa aman. Selain itu, yang terpenting, keterampilan spasial juga membuat anak semakin kaya imajinasi dan kreatif.

 


Artikel Rekomendasi

Load more
".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>