Nonton Simba Bersama, Mencipta Kenangan Keluarga Lewat The Lion King Live in Concert

 

Bandung Philharmonic bersama musisi internasional membawakan musik ikonik The Lion King secara live, menghadirkan pengalaman menonton yang dapat dinikmati orang tua dan anak. Foto: Laili/ Ayahbunda Bandung Philharmonic bersama musisi internasional membawakan musik ikonik The Lion King secara live, menghadirkan pengalaman menonton yang dapat dinikmati orang tua dan anak. Foto: Laili/ Ayahbunda


Bagi banyak orang tua, The Lion King bukan sekadar film animasi. Kisah perjalanan Simba tumbuh dari anak singa yang penuh rasa ingin tahu hingga menjadi pemimpin yang bertanggung jawab telah menemani masa kecil banyak generasi sejak dirilis pada 1994. Kini, cerita tersebut hadir dalam format berbeda melalui "Disney’s The Lion King Live in Concert" yang dipersembahkan Ciputra Artpreneur di Jakarta pada 13–14 Juni 2026.

Berbeda dari pengalaman menonton film biasa, pertunjukan ini menghadirkan pemutaran film The Lion King di layar besar dengan iringan musik yang dimainkan secara langsung oleh 75 musisi lokal dan internasional. Seluruh musik dimainkan secara sinkron mengikuti setiap adegan, sehingga penonton dapat merasakan emosi cerita dengan lebih mendalam.

Bagi keluarga, format film with live orchestra menawarkan kesempatan menarik untuk memperkenalkan anak pada dunia musik orkestra dalam suasana yang akrab. Musik yang biasanya hanya terdengar dari layar kini dapat disaksikan proses pembuatannya secara langsung di atas panggung, mulai dari gesekan biola hingga dentuman perkusi yang mengiringi perjalanan Simba di savana Afrika.

“Konser Live-To-Picture atau film with live orchestra memberikan pengalaman yang benar-benar imersif. Penonton dapat merasakan film dan musik yang berpadu indah, dimainkan secara langsung oleh orkestra yang menghidupkan setiap emosi di layar,” ujar David Feng, Produser Willow Arts SG sekaligus perwakilan Disney Concerts.

Selain menghadirkan pengalaman artistik yang berbeda, The Lion King juga menyimpan banyak tema yang relevan bagi keluarga. Film ini berbicara tentang hubungan orang tua dan anak, keberanian menghadapi tantangan, pentingnya persahabatan, hingga proses menemukan jati diri. Nilai-nilai tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kisah Simba tetap bertahan dan dicintai selama lebih dari tiga dekade.

Musik menjadi bagian penting dalam kekuatan cerita tersebut. Komposer Hans Zimmer menghadirkan skor yang megah dan emosional, sementara lagu-lagu karya Elton John dan Tim Rice telah menjadi bagian dari memori banyak keluarga di berbagai negara. Dalam pertunjukan ini, seluruh komposisi tersebut dibawakan secara langsung oleh Bandung Philharmonic bersama musisi internasional.

Setelah sukses mengiringi Disney’s Beauty and the Beast in Concert pada 2025, Bandung Philharmonic kembali dipercaya menjadi bagian dari produksi Disney berlisensi resmi di Indonesia. Tahun ini, jumlah musisi yang terlibat bertambah menjadi 75 orang untuk menghadirkan skala musikal yang lebih besar.

“Dengan concert master serta principal yang sudah berprestasi di dunia internasional, kami yakin dapat menyuguhkan konser ini dengan kualitas yang sama dengan negara-negara lain,” ujar Airin Efferin, perwakilan orkestra.

Menurut Nararya Ciputra Sastrawinata, Direktur Ciputra Artpreneur, kehadiran pertunjukan ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pengalaman seni pertunjukan berstandar internasional.

“Sebagai venue yang dibangun di atas fondasi kemitraan lintas budaya, Ciputra Artpreneur bangga menghadirkan acara yang menyatukan kreativitas global dan talenta lokal,” ujarnya.

Di tengah semakin beragamnya pilihan hiburan keluarga, pengalaman menyaksikan film bersama yang dipadukan dengan pertunjukan musik langsung menawarkan sesuatu yang berbeda. Bukan hanya menikmati cerita favorit, tetapi juga mengajak anak mengenal seni pertunjukan, kerja sama para musisi, dan kekuatan musik dalam membangun emosi sebuah cerita.

Pada akhirnya, Disney’s The Lion King Live in Concert bukan hanya tentang Simba atau nostalgia masa kecil orang tua. Pertunjukan ini menjadi ruang bagi keluarga untuk berbagi pengalaman, mengenalkan anak pada dunia seni, sekaligus menciptakan kenangan bersama yang mungkin akan diingat jauh setelah layar dan panggung kembali gelap.

Baca juga:

Dari Stunting hingga Gizi Berlebihan Susu Pertumbuhan Jadi Sorotan
Dari Meluncur ke Mengayuh
Konser Keluarga Penuh Warna, Panggung Cerita dan Musik Bersama JUMBO

 


Topic

#FamilyTime #TheLionKingLiveInConcert



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>