6 Cara Menggendong Bayi yang Berbahaya

 

Fotosearch


Menggendong bayi dengan sling atau alat gendongan sudah dilakukan para ibu dari banyak budaya selama ratusan tahun. 

Manfaat menggendong bayi tak perlu diragukan. Menggendong adalah cara paling ampuh untuk menenangkan bayi atau anak rewel. Dalam dekapan ibu bayi merasa aman.

Manfaat kedua, dengan digendong bayi belajar bersosialisasi, mengenal lingkungan dan mengenal orang-orang di sekitarnya. Di gendongan bunda, bayi belajar bicara karena posisi gendong dapat menstimulasi bayi belajar bicara. Untuk ibu, menggendong bayi akan mempermudah ibu untuk melakukan banyak hal tanpa harus bolak balik menenangkan bayi saat ditinggal. 

Cara menggendong bayi dengan tepat:

Usia 0 - 3 bulan: Posisi bayi telentang. Tangan kiri ibu menopang leher dan kepala, tangan kanan ibu menopang punggung dan bokong. Metode menggendong ini penting untuk menghindari cedera leher dan punggung bayi.

Usia 3 - 6 bulan: Bayi mulai tidak suka digendong dengan posisi telentang. Bunda harus tahu bahwa bayi lebih suka digendong dalam posisi duduk, badan menghadap arah depan. Caranya:

- Tangan kanan ibu menopang bokong dan belakang lutut bayi.
- Tangan kiri ibu memegang bagian dada/perut bayi.
- Sandarkan punggung dan kepala bayi di dada ibu.

Di usia 5 - 6 bulan sebaiknya bunda gunakan sling, selendang gendong karena bayi semakin berat dan banyak gerak. Terkadang gerakannya tidak diduga dan bisa membuatnya jatuh. Posisi bayi sebaiknya menghadap ibu  atau 'duduk' di perut ibu untuk menghindari displasia panggul. 
Di atas usia 6 bulan tulang punggung dan otot bayi sudah semakin kuat, posisi menggendong bisa lebih bervariasi. 

6 Cara menggendong yang berbahaya:

1. Mengayun-ayun tubuhnya terlalu kuat.
2. Mengangkat lalu melempar-lempar bayi ke udara.
3. Menggendong tanpa memegang kepalanya.
4. Menggendong kemudian memutar-mutarnya.
5. Mengangkat dengan mencengkram ketiak bayi, kemudian mengguncangnya.
6. Membalikkan tubuhnya secara tiba-tiba saat ia berada di lutut atau bahu Anda. (FIN/RIN)


Baca juga:
4 Cara Aman Menggendong Bayi Baru 
Larangan Saat Menggendong 


 

 


Artikel Rekomendasi

Load more