8 Hal Wajib Tahu tentang Infeksi Jamur Vagina
Baca penyebab hingga pengaruhnya pada kehamilan.... read more
Meningkatnya estrogen saat Anda hamil bisa menyebabkan vagina berjamur. Takut? Ini cara mencegahnya.
Saat hamil, hormon estrogen meningkat dan menyebabkan vagina memproduksi lebih banyak glikogen, sejenis karbohidrat yang mendukung pertumbuhan jamur. Gejalanya adalah gatal, terasa seperti terbakar ketika buang air kecil, bibir vagina dan seputarnya tampak merah, sakit jika berhubungan seks, dan ada cairan vagina yang tidak berbau, berwarna putih dan lekat seperti keju.
Obati dengan obat yang diresepkan dokter, bisa berupa krim yang oles, serta tablet yang dimasukkan ke vagina. Jangan coba-coba mengobati sendiri, sekalipun ada obat anti jamur yang dijual bebas. Pengobatan perlu dilakukan pada istri dan suami, untuk menghindari penularan “pingpong” (bolak-balik).
Cegah dengan menjaga kebersihan seputar vagina, bersihkan setiap kali buang air kecil atau besar, dan keringkan dengan saputangan handuk yang bersih. Selain itu, ganti celana dalam jika terlihat ada gejala keputihan. Jika memakai toilet umum, hindari pemakaian air langsung dari semprotan yang ada di toilet tersebut untuk menghindari kontaminasi jamur yang ada di mulut sprayer. Gunakan saja tisu basah untuk membilas organ genital dan sesudah sampai di rumah bilas dengan air. (me)
Baca penyebab hingga pengaruhnya pada kehamilan.... read more
Setiap anak berhak memperoleh layanan kesehatan yang aman, adil, dan berkualitas sebagai fondasi penting untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.... read more
Setiap napas anak yang tercemar polusi dan asap rokok perlahan menggerus kesehatan paru, otak, dan tumbuh kembangnya—sebuah ancaman senyap bagi masa depan generasi bangsa.... read more
Sifat kanker payudara yang dapat dipicu oleh hormon, kerap menimbulkan kekhawatiran penyintas yang berencana hamil dan menyusui. Benarkah menyusui dapat meningkatkan risiko kanker payudara?... read more