Waspada! 3 Fase Demam Berdarah pada Anak

 

anak lemas diukur suhu dengan termometer, fase awal demam berdarah. Fase awal DBD ditandai demam di fase awal, anak tampak lemas, mual, dan bisa disertai nyeri otot. Pemantauan suhu dan pemenuhan cairan penting dilakukan sejak awal. Foto: Freepik

Memasuki awal tahun 2026, kasus demam berdarah dengue (DBD) di sejumlah daerah menunjukkan peningkatan. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 143 kasus DBD hingga 19 Januari 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan kasus DBD pada awal tahun ini, seiring masuknya musim hujan.
Orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan kewaspadaan terhadap DBD yang berpotensi menyerang anak-anak, khususnya berusia di bawah 12 tahun. Kelompok usia ini paling rentan karena sistem imun yang belum optimal.

Kenali Tiga Fase DBD

Fase Demam (Hari 1-3)

Demam tinggi mendadak hingga 39-40°C. Anak tampak lemas, nyeri otot, mual, dan muncul bintik kemerahan . Jumlah trombosit mulai turun drastis dalam 2-3 hari .

Fase Kritis (Hari 4-6) — PALING BERBAHAYA

Inilah fase pengecoh! Demam turun drastis, anak terlihat “sembuh”. Padahal sedang terjadi kebocoran plasma darah. Tanda bahaya: nyeri perut hebat, muntah terus, tangan/kaki dingin, mimisan atau gusi berdarah, dan anak gelisah atau mengantuk berlebihan . Segera ke IGD jika muncul satu saja tanda ini!

Fase Pemulihan (Hari 7 ke atas)

Jika fase kritis terlewati, cairan kembali ke pembuluh darah. Trombosit perlahan naik, nafsu makan membaik. Pastikan asupan cairan tetap terjaga namun tidak berlebihan .

Yang Harus Dilakukan

Menghadapi tiga fase DBD yang tidak mudah, peran aktif orang tua sangat menentukan. Tidak perlu panik, yang dibutuhkan adalah ketelitian dan konsistensi dalam merawat anak di rumah. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Pantau cairan: Berikan air putih, oralit, atau jus. Target buang air kecil tiap 4-6 jam .
- Obat aman: Hanya parasetamol. Jangan berikan ibuprofen atau aspirin karena memicu perdarahan .
- Lindungi dari gigitan: Pasang kelambu, gunakan losion antinyamuk, kenakan pakaian tertutup. Nyamuk Aedes aktif pukul 09.00-11.00 dan 15.00-17.00 .

Pencegahan: 3M Plus

Agar keluarga terhindar dari risiko tiga fase DBD, pencegahan sejak dini menjadi kunci utama. Berikut langkah 3M Plus yang dapat diterapkan:

- Pemberantasan Sarang Nyamuk tetap kunci utama: menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas.
- Plus: tanam pengusir nyamuk, pelihara ikan pemakan jentik, dan tidak menggantung pakaian bekas .

Ingat! Jika anak demam tinggi mendadak tanpa batuk pilek, jangan tunggu hingga fase kritis. Pantau dengan baik ya Bunda Ayah.
Penulis: Laili

Baca juga:

Demam Berdarah Selalu Ada, Waspadai Gejalanya Pada Anak
Demam Berdarah saat Hamil
Serba-Serbi Demam Berdarah Yang Perlu Anda Tahu
 

 


Topic

#DemamBerdarahAnak #3FaseDBD



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>