Agar Tidak Sakit Saat Menyusui

 

Waow... menyusui mengapa terasa sakit dan menyiksa? Karena ada hal-hal yang mungkin belum Anda kuasai. Perhatikan beberapa hal ini.  

















 
  1. Menempel dengan benar. Hal penting dan harus jadi perhatian pada saat menyusui bayi adalah posisi mulut bayi saat menempel di payudara –dikenal dengan istilah latch on. Payudara lecet adalah tanda bahwa mulut bayi tidak menempel dengan benar di payudara. .
  2. Atur posisi tepat.  Ada berbagai posisi menyusui yang bisa Anda pilih sesuai dengan kenyamanan dan situasi. Pastikan Anda sudah melakukannya dengan benar.
  3. Buat diri nyaman. Tidak ada posisi terbaik ketika menyusui –hanya ada posisi paling nyaman untuk Anda. Sebelum menyusui, ciptakan suasana yang membuat diri Anda merasa nyaman. Ada ibu yang suka menyusui sambil bersandar di kursi berlengan, ada juga yang merasa nyaman bila disangga dengan bantal menyusui. Temukan yang paling pas untuk Anda dan si bayi. Rasa nyaman akan membuat tubuh Anda menjadi rileks, sehingga akan lebih menikmati waktu menyusui sang bayi.
Agar bayi tidak rewel, ikuti panduan pemberian ASI ini

1. Susui saat baru terjaga. Tawarkan ASI Anda pada saat bayi baru saja terjaga. Biasanya bayi terbangun dalam keadaan lapar. Karena baru separuh sadar, tubuhnya pun masih rileks sehingga Anda lebih mudah mengarahkan dia untuk menyusu. Ketika bayi tidak menempel dengan baik di puting, Anda pun masih bisa memperbaiki posisi tanpa membuat dia kesal. Bila menunggu dia benar-benar terbangun bahkan sampai menangis, bayi akan menyusu lebih kuat karena sudah kelaparan. Akibatnya payudara Anda akan terasa nyeri tiada tara.  

2. Singkat tapi sering. Semakin jauh rentang waktu menyusui, bayi akan menyusu lebih kuat karena si kecil lapar. Ditambah lagi bayi akan lasak, tidak tenang ingin segera menyusu. Bila Anda belum bisa membuatnya latch on dengan baik, Anda akan kesakitan saat menyusui si kecil. Menunda-nunda memberika ASI juga membuat payudara bengkak dan nyeri saat menyusui karena terlalu penuh terisi ASI. Sebaiknya susui bayi sesuai dengan kebutuhannya setiap kali dia ingin menyusu.  

3. Ikut kelas laktasi. Dengan ikut grup laktasi seperti yang diadakan oleh AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), Anda bisa dapat bertanya langsung mengenai masalah yang Anda alami. Anda bisa dibimbing posisi menyusui yang benar atau mengoreksi latch on bayi. Para konselor ASI ini tidak hanya membantu mengatasi masalah, tapi yang tak kalah penting, mereka juga memberi Anda semangat untuk tidak menyerah dan terus menyusui si kecil.

4. Tepat dengan pompa. Meningkatkan kekuatan menghisap pompa saat memerah akan membuat ASI yang keluar ketika menyusui bayi akan lebih cepat dan banyak, ternyata tidak benar! Semakin keras hisapan justru menciptakan rasa sakit pada payudara. Ketika memerah ASI menggunakan pompa elektrik, ingatlah untuk mulai dari pengaturan rendah lalu perlahan-lahan naik dan berhenti sejenak atau kurangi kekuatan perah bila Anda merasa tidak nyaman. Pilih pula ukuran corong pompa ASI yang sesuai dengan ukuran payudara agar bisa menghisap lebih baik dan tidak menimbulkan sakit.   

5. Gunakan Kedua Payudara. Biasakan menyusui bayi dengan kedua payudara secara seimbang. Bila hanya menyusui dengan satu payudara, maka payudara yang tak digunakan akan bengkak akibat ASI tidak dikeluarkan. Sakit sekali rasanya. Bila tidak digunakan bisa pula meningkatkan risiko radang akibat penyumbatan di saluran ASI. Jangan lupa susui bayi hingga payudara kosong agar tidak ada sisa ASI yang bisa menyebabkan penyumbatan.

6. Hati-hati jamur. Bila posisi menyusui dan perlekatan sudah tepat tapi Anda masih sakit saat menyusui si kecil, masalahnya mungkin Anda terkena infeksi jamur! Gejala yang terjadi adalah nyeri saat dan setelah menyusui, puting lecet dan sensitif, dan gatal atau panas pada salah satu payudara. Segera temui dokter. Bila benar mengidap infeksi jamur, Anda beserta sang bayi harus mendapat perawatan untuk mengatasi infeksi jamur.

7. Tidak putus asa. Pada masa awal menyusui, tidak hanya Anda yang belajar, bayi Anda pun belajar menemukan posisi yang pas untuk menyusui. Minggu-minggu pertama menyusui adalah masa terberat –namun jangan menyerah dulu. Anda dan bayi tidak butuh waktu lama untuk mencari posisi yang pas. Berhasil melaluinya, maka selanjutnya akan terasa lebih mudah. Anda  semakin mahir melakukannya –dan menyusui pun terasa sudah seperti gerak refleks saja. Setiap kali terlintas pikiran untuk menyerah dan berhenti menyusui si kecil, ingatlah hanya ASI yang terbaik untuk buah hati kita.

Baca juga:
Merawat Puting Payudara
5 Kiat Lancar ASI Eksklusif
Gangguan Menyusui, Bisa Diatasi
7 Tips Bahagia Menyusui
15 Tips Seru Menyusui



 

 


Artikel Rekomendasi

Load more