Bersihkan Sampah, Yuuk…

 

Jum’at, 26 Maret 2010, di depan pintu Silang Barat Monas, sejak pukul 7.00 sudah dipenuhi oleh siswa-siswi SMP dan SMA berpakaian seragam sekolah masing-masing, yang berbaris rapi di depan dua buah panggung. Di atas mereka, tergantung dua container berisi timbunan sampah yang dikumpulkan dari salah satu jalan utama di Jakarta dalam sehari. Itu merupakan Happening Art yang sengaja dipamerkan kepada masyarakat Jakarta untuk memancing kepedulian terhadap masalah sampah.

Data dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta mencatat, penduduk Jakarta yang berjumlah lebih dari 8 juta, dalam sehari membuang sampah sebanyak 27.966 m³. Dengan timbunan sampah sebanyak itu, penduduk Jakarta dapat membangun satu buah Candi Borobudur setiap dua hari! Sebagai catatan, volume Candi Borobudur adalah 55.000 m³. Inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan pencanangan Gerakan “Jakarta Bersih” oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, didampingi Ibu Tatiek Fauzi Bowo, yang dilakukan tepat pukul 08.15 di Silang Barat Monas.

Gerakan “Jakarta Bersih” ini merupakan salah satu dari program Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (GEMASH), yang pagi itu juga dilaksanakan peluncuran situs-nya, yaitu www.jakartabersih.com. Dalam bincang-bincang bersama para siswa-siswi SMP dan SMA yang mewakili semua wilayah Jakarta, Ibu Tatiek sempat memamerkan tas merah yang dipakainya, ternyata terbuat dari bekas kemasan kopi instan! Ini adalah contoh dari penerapan konsep Reduce, Reuse, Recycle.

Ajakan kepada masyarakat, khususnya kaum muda, untuk berpartisipasi dalam gerakan ini, terangkum dalam sejumlah program, seperti kompetisi desain dan seni peduli sampah, pejuang sampah, serta “The Urban Art Night” yang akan digelar bertepatan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 10 November 2010. Mari kita sambut ajakan Ibu Tatiek Fauzi Bowo, ”Bersihkan Sampah, Yuuk!“

 


Artikel Rekomendasi

Load more
".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>