Begini Cara Membaca Buku KIA agar Orang Tua Bisa Mendeteksi Gangguan Tumbuh Kembang Anak

 

Menimbang bayi di Posyandu dan kartu KIA  Pentingnya cara membaca KIA menentukan optimalnya pemantauan tumbuh kembang bayi. Foto ilustrasi: Freepik

Masih banyak orang tua yang baru membuka Buku KIA (Kartu Ibu dan Anak) saat jadwal imunisasi atau pemeriksaan rutin. Padahal, buku ini menyimpan informasi penting yang dapat menjadi "alarm dini" bila pertumbuhan anak mulai menyimpang.

Dalam diskusi media IDAI pada 4 Agustus 2026 bertema "Cara Memantau Tumbuh Kembang Anak Melalui Kurva", Dr. dr. I Gusti Ayu Trisna Windiani, Sp.A., Subsp. T.K.P.S.(K), Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menegaskan pemantauan pertumbuhan melalui kurva merupakan salah satu cara paling sederhana untuk mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak awal.

"Pemantauan pertumbuhan merupakan proses yang berkelanjutan. Kita mengukur, mencatat, melakukan plotting, kemudian menilai hasilnya untuk mengetahui kecenderungan pertumbuhan anak dari waktu ke waktu," jelas  Trisna.

Mengapa Kurva Pertumbuhan di Buku KIA Penting?


Kurva pertumbuhan membantu Bunda dan Ayah melihat apakah berat badan, panjang atau tinggi badan, serta lingkar kepala bertambah sesuai usianya. Yang dinilai bukan hanya hasil penimbangan hari itu, melainkan pola pertumbuhan dari bulan ke bulan.

Bila garis pertumbuhan mulai mendatar, menurun, atau menjauh dari jalur normal, kondisi tersebut dapat menjadi tanda awal adanya masalah gizi maupun gangguan kesehatan yang perlu dievaluasi lebih lanjut. Sebaliknya, bila pertumbuhan mengikuti kurva secara konsisten, berarti anak berkembang sesuai jalurnya.

Dokter Trisna menekankan bahwa pemantauan sejak dini sangat penting, terutama pada dua tahun pertama kehidupan.

"Seribu hari pertama kehidupan merupakan golden age yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak. Penyimpangan harus dikenali sedini mungkin agar intervensi bisa segera dilakukan," ungkapnya.

Jangan Hanya Melihat Angka Timbangan


Tidak sedikit orang tua merasa tenang ketika berat badan anak bertambah. Padahal, menurut IDAI, penilaian pertumbuhan harus dilakukan secara menyeluruh.

Berat badan perlu dibaca bersama panjang atau tinggi badan, serta lingkar kepala. Setelah itu, seluruh hasil pengukuran diplot ke dalam kurva pertumbuhan sehingga tenaga kesehatan dapat melihat apakah pertumbuhan masih berada di jalur yang tepat.

Karena itulah, satu kali hasil penimbangan tidak cukup untuk menyimpulkan kondisi pertumbuhan. Yang lebih penting adalah tren pertumbuhannya dari waktu ke waktu.

Jangan Langsung Menyalahkan Faktor Keturunan


Ketika postur anak lebih kecil dibandingkan teman sebayanya, sebagian orang tua langsung menganggap penyebabnya adalah faktor genetik.

Padahal, menurut dokter Trisna, pada usia di bawah dua tahun, pertumbuhan masih sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi dan stimulasi.

"Di bawah dua tahun, kita belum berpikir faktor genetik terlebih dahulu. Nutrisi dan stimulasi merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pertumbuhan anak," jelasnya.

Karena itu, bila kurva pertumbuhan menunjukkan adanya perlambatan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat dicari sedini mungkin.

Tip Membaca Buku KIA agar Tidak Salah Paham


Agar Buku KIA benar-benar bermanfaat, Bunda dan Ayah dapat melakukan beberapa langkah berikut.

- Timbang dan ukur tinggi atau panjang badan secara rutin sesuai jadwal pemeriksaan.
- Perhatikan arah garis pada kurva, bukan hanya angka berat badan saat itu.
- Pastikan hasil pengukuran selalu dicatat agar tren pertumbuhan mudah dipantau.
- Segera konsultasikan ke tenaga kesehatan bila garis pertumbuhan mendatar, menurun, berada di bawah garis merah, atau justru meningkat terlalu cepat.
- Dukung pertumbuhan optimal dengan nutrisi seimbang, aktivitas fisik, tidur yang cukup, serta membatasi penggunaan gawai pada usia dini.

Buku KIA bukan sekadar dokumen yang disimpan di laci. Dengan memahami cara membaca kurva pertumbuhan, Bunda dan Ayah dapat lebih cepat mengenali perubahan yang terjadi dan mengambil langkah yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak. (LAI)

Baca juga:

Anak Sudah Makan Banyak tapi Tetap Pendek? Jangan Abaikan Kemungkinan Gangguan Hormon
Dari Stunting hingga Gizi Berlebihan Susu Pertumbuhan Jadi Sorotan
Cegah Stunting, Calon Ibu Jadi Kunci Penting

 


Topic

#TumbuhKembangAnak #BacaBukuKIA



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>