Happy Salma dan Tjok Bagus

 

Dokumentasi Ayahbunda

Kehidupan pasangan Tjokorda Bagus Dwi Santana Kerthyasa (35) dan Happy Salma (35) berubah ketika buah hati mereka, Tjokorda Sri Kinandari Kerthyasa (8 bulan) atau yang akrab disapa Kinan, lahir ke dunia. Pasangan yang biasanya sibuk bekerja dan traveling ini, kini harus menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengurus gadis mungil mereka. “Meski begitu, kegiatanku di dunia seni tetap aku jalankan. Dalam sebulan, biasanya seminggu aku di Jakarta. Tentunya dengan membawa Kinan karena dia masih aku berikan ASI eksklusif,” ungkap Happy yang baru saja selesai berlakon di pentas teater Nyonya Nomor Satu akhir November lalu.

Sang suami juga turut berperan. “Aku masih belum ahli mengganti popok dan memandikan Kinan, tapi untuk kegiatan bermain dan aktivitas lainnya aku yang selalu menemaninya. Misalnya, berenang di akhir pekan,” cerita pria yang akrab dipanggil Tjok Gus tersebut. “Suamiku hobi sekali ke laut, surfing, dan berburu. Tapi sekarang dia bisa sampai berbulan-bulan tidak melakukan semua hobinya itu hanya untuk menghabiskan waktu bersama Kinan. Menurutku, itu pengorbanan sangat besar,” tambah Happy.

KEGIATAN
“Hari minggu adalah family time. Biasanya kami menghabiskan waktu di restoran suamiku. Setiap hari Minggu ada menu dimsum favorit kami. Setelah itu, kami berenang atau jalan-jalan bertiga. Kalau untuk traveling jarak jauh, Kinan masih Jakarta-Bali-Sukabumi. Tapi kami berencana akan liburan bertiga ke Sidney akhir tahun nanti,” cerita Happy. “Di sana rencananya mau kemping sekaligus mengunjungi nenek buyutnya Kinandari,” tambah Tjok Gus.

FAVORIT ANAK
-    Sophie the Giraffe Teether. Giginya sedang tumbuh, jadi teether ini selalu dibawa supaya Kinan tidak menggigit barang-barang berbahaya.
-    My First Buggy Buddy. Buku dari bahan kain ini juga jadi barang wajib saat bepergian. Gambar-gambarnya sangat disenangi Kinan.

“Aku dan suami membagi tugas dalam mendidik Kinan. Aku lebih berperan pada aturan dan disiplin, sedangkan suami pada pengalaman dan pengenalan alam. Kami memberi kebebasan, tapi tetap ada kontrol. Kami membatasi paparan TV dan gadget pada Kinan karena kami ingin dia tumbuh jadi anak yang lebih banyak berinteraksi dengan manusia atau makhluk sosial dibandingkan kebendaan.”

(KAT/ERN)

 



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>