Apakah anak saya perlu stimulasi tambahan?
Tidak perlu. Sebab balita superior sama dengan balita lainnya, hanya saja balita ini memiliki kepintaran lebih sehingga harus diberi perhatian tambahan. Misalnya si kecil sedang tertarik dengan dinosaurus, maka belikan buku tentang dinosaurus. Belikan juga mainan dinosaurus yang dapat dimainkan oleh anak bersama teman-temannya dan undang beberapa temannya untuk playdate. Jadi, anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tapi juga stimulasi emosi dan sosial. Kegiatan yang bisa menstimulasi si kecil lainnya adalah bermain sekolah-sekolahan. Karena balita Anda pintar, beri ia peran sebagai guru, dan teman-temannya menjadi murid. Dengan begitu semua kemampuan anak tersalurkan dan terasah dengan baik.
Kebanyakan orang tua hanya menstimulasi kognitif balita superior dan lupa menstimulasi emosi dan sosialnya. Jika ini terjadi, anak akan lupa bersosialisasi dan kurang belajar empati. Beri penjelasan pada si kecil bahwa tidak semua teman seperti dia yang pintar dalam belajar. Mungkin saja temannya tidak pandai belajar, namun mereka punya kelebihan lain, misalnya jago sepak bola atau bermain musik. Jadi balita tidak akan memandang rendah orang lain dan mengkotak-kotakkan teman.
Anak saya terlihat terasingkan, apa yang harus saya lakukan?
Kebanyakan kasus yang terjadi adalah balita superior menarik diri dari lingkungannya karena mereka merasa berbeda, tidak nyambung saat berbicara dengan teman seusianya, dan lebih senang berbicara dengan orang dewasa. Ketika situasi ini terjadi, coba cari komunitas sosial yang sesuai dengan minatnya, misalnya les animasi, melukis atau menggambar. Tentu yang berisi anak seusianya.
Saya dan pasangan sudah mendukung anak, tapi neneknya sering memarahi jika dia nakal. Harus bagaimana?
Beri penjelasan pada orang rumah, keluarga dan support system Anda tentang keadaan si kecil. Minta mereka untuk sabar ketika mendapat banyak pertanyaan dan “tantangan” dari anak. Terlebih jika dia terlalu aktif dan cenderung nakal. Beritahukan kepada orang rumah untuk dapat mengarahkan kegiatan anak ke arah positif. Kalau perlu, siapkan fasilitas yang dapat mereka gunakan jika Anda tidak ada di rumah.
KONSULTASI VERA ITABILIANA HADIWIDJOJO, Psi, Lembaga Psikologi Terapan, UI, Jakarta