Kenali Gejala Meningitis dan Cara Mencegahnya

 

Meningitis bisa sulit dideteksi pada tahap awal karena gejala mirip flu biasa. Foto ilustrasi: Freepik


Penyanyi Glenn Fredly meninggal dunia pada Rabu, 8 April 2020. Pria 44 tahun ini tutup usia karena penyakit meningitis yang dideritanya. 

Apa itu meningitis? Meningitis adalah peradangan cairan dan membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Setiap tahun lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia terkena meningitis.  

Penyebab paling umum meningitis yaitu infeksi yang disebabkan oleh kuman, virus, bakteri, jamur, dan parasit. Namun meningitis karena bakteri disebut sebagai meningitis yang paling banyak, dan menyebabkan 170.000 kematian secara global setiap tahun. Sekitar 10-20 persen pasien dengan meningitis bakteri akan mati dalam 24 hingga 48 jam setelah timbulnya gejala, dan sekitar 10-30 persen bisa mengalami cacat permanen.
 
Glenn Fredly meninggal dunia di usia 44 tahun karena meningitis. Foto: Instagram

Meningitis biasanya tidak terdeteksi pada tahap awal. Ini karena gejala yang dialami penderita bisa serupa dengan flu biasa, seperti demam, ruam, muntah, sakit kepala, leher kaku, kepekaan terhadap cahaya, dan kantuk.

Siapa pun bisa terkena meningitis. Bayi dan anak di bawah lima tahun dan remaja berusia antara 15 dan 19 tahun paling berisiko. 

Penderita meningitis yang berhasil sembuh dapat mengalami efek jangka panjang berupa kecacatan, seperti tuli, kerusakan otak, sulit belajar, kejang, dan kesulitan beraktivitas fisik. 

Pencegahan meningitis
Cara terbaik untuk mencegah meningitis bakteri adalah melalui vaksinasi. Vaksin menyiapkan sistem kekebalan dengan memaparkan tubuh pada kuman sehingga lebih mampu melawan infeksi ketika terjadi. Anda dapat berkonsultasi dengan ahli kesehatan untuk memperoleh informasi tentang vaksin meningitis. 

Poin lain tentang pencegahan meningitis, di antaranya:
- Merokok meningkatkan risiko menjadi pembawa bakteri meningitis. Berhenti merokok baik untuk kesehatan dan dapat menurunkan risiko penyebaran kuman meningitis.

- Faktor musiman juga dapat memengaruhi kasus meningitis bakteri. Di daerah beriklim sedang, meningitis banyak terjadi di musim dingin dan awal musim semi. Di Afrika Sub-Sahara, meningitis kerap menyerang pada musim kemarau.

- Kasus-kasus meningitis lebih sering terjadi di negara-negara berkembang karena kemiskinan, kepadatan penduduk dan kurangnya akses terhadap vaksin.
 
- Siapa pun yang telah melakukan kontak dekat dengan pasien meningitis dalam waktu tujuh hari sebelum timbulnya penyakit, berisiko lebih tinggi untuk tertular. 

- Belum ada vaksin yang tersedia untuk jenis meningitis karena virus, tetapi mencuci tangan secara menyeluruh dan menjaga permukaan tetap bersih dapat membantu mencegah penyakit meningitis.

- Vaksin Campak Mumps and Rubella (MMR) dan cacar air melindungi anak-anak dari meningitis dan ensefalitis (radang otak) yang disebabkan oleh virus-virus ini.

- Vaksin juga belum tersedia untuk meningitis jamur. Risiko tertular meningitis jamur dapat diminimalkan dengan menghindari lingkungan yang kemungkinan mengandung unsur-unsur jamur (misalnya, kotoran burung dan debu).

Referensi: comomeningitis.org

Alika Rukhan


  

 



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>