Sudahkah sosis yang Anda pilih masuk dalam kriteria berikut ini:
1. Pastikan menggunakan kemasan bermerek lengkap dengan nama produsen, alamat, tanggal produksi, tanggal kadaluarsa, dan nomor registrasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
2. Pilih sosis dengan masa kadaluwarsa masih panjang dan dipajang di etalase dengan suhu dingin. Pastikan juga, sosis bebas lendir tipis, seperti susu di sekitar sosis, karena mencirikan sosis mulai ‘rusak’.
3. Pilih sosis bebas pewarna (bukan pewarna yang aman untuk pangan)., Warna kemerahan alami untuk sosis daging dan cokelat pucat untuk sosis ayam. Kedua warna tersebut tidak luntur pada saat dimasak.
4. Jika ditekan, sosis tidak terlalu keras dan agak kenyal. Dan tidak mengembang terlalu banyak pada saat dimasak.
5. Memiliki aroma alami daging sapi atau ayam, bukan aroma seperti obat atau asam.
6. Pada saat dipotong, adonan daging pada permukaan yang dipotong terlihat berpori-pori besar. Ini adalah tanda sosis aman dari formalin. Jika terlihat pori-pori halus diduga mengandung formalin.
7. Cita rasanya masih terlacak rasa daging yang kuat disertai bumbu jika dipakai.
KONSULTASI : PROF. Dr. Ir. TIEN R MUCHTADI, MS, DEPARTEMEN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN FATETA IPB
Kasus campak di Indonesia meningkat dan dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, hingga berisiko menyebabkan kematian akibat komplikasi jangka panjang.... read more
Influenza A pada anak bisa datang tiba-tiba dengan gejala yang lebih berat dari flu musiman, sehingga butuh deteksi cepat dan penanganan tepat.... read more