Saat melakukan perjalanan mudik Lebaran dengan mobil pribadi, beristirahat di rest area sambil menjaga pola makan berguna untuk mencegah GERD kambuh. Foto ilustrasi: Freepik
Mudik Lebaran selalu identik dengan perjalanan panjang, perubahan pola makan, serta kelelahan fisik. Secara ilmiah, kondisi ini dapat memicu kekambuhan
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yaitu gangguan pencernaan ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan iritasi. Gejalanya meliputi sensasi panas di dada (
heartburn), rasa pahit atau asam di mulut, mual, hingga gangguan napas. Saat perjalanan dilakukan sambil berpuasa, risiko kekambuhan dapat meningkat karena jeda makan yang panjang dan tekanan fisik selama perjalanan.
Menurut
Dr. dr. Hasan Maulahela, Sp.PD, Subsp. G.E.H.(K), dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi dari RS Pondok Indah – Pondok Indah, perjalanan mudik dapat menjadi tantangan bagi penderita refluks asam lambung. “Perubahan jam makan, posisi duduk terlalu lama, serta stres selama perjalanan dapat memicu naiknya asam lambung,” jelasnya. Karena itu, pemahaman mengenai pertolongan pertama dan strategi pencegahan menjadi penting agar perjalanan tetap nyaman.
Strategi Cegah GERD Kambuh Saat Mudik
Perjalanan jauh kerap membuat waktu makan menjadi tidak teratur. Sahur terburu-buru, berbuka dengan porsi besar, atau konsumsi makanan tinggi lemak dan kafein dapat memicu gejala refluks. Selain itu, posisi duduk lama dalam kendaraan meningkatkan tekanan pada perut sehingga mendorong asam lambung naik.
Hasan menekankan pentingnya pengaturan pola makan selama mudik. “Jangan melewatkan sahur meski sedang dalam perjalanan. Pilih karbohidrat kompleks dan makanan tinggi serat agar energi bertahan lebih lama,” ujarnya.
Tip aman berpuasa bagi penderita GERD saat mudik:
- Makan perlahan dan dalam porsi cukup saat sahur maupun berbuka
- Hindari makanan pedas, berlemak, serta minuman berkafein berlebihan
- Tidak langsung berbaring setelah makan; beri jeda minimal tiga jam
- Kelola stres dengan baik, terutama saat menghadapi kemacetan
- Istirahat berkala di rest area untuk meregangkan tubuh
Kebiasaan kecil ini dapat membantu menjaga kestabilan produksi asam lambung selama perjalanan panjang.
Pertolongan Pertama dan Pentingnya Diagnosis
Jika gejala refluks muncul di perjalanan saat masih berpuasa, langkah sederhana dapat membantu meredakannya. Longgarkan pakaian atau ikat pinggang agar tekanan pada perut berkurang. Tegakkan posisi duduk dengan kepala dan dada lebih tinggi dari perut untuk memanfaatkan gaya gravitasi. Teknik pernapasan dalam juga dianjurkan guna merelaksasi otot saluran cerna dan menekan rasa panik.
Apabila nyeri ulu hati terasa sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, perjalanan sebaiknya dihentikan sementara. Segera berbuka dengan air hangat dan hindari makanan yang dapat memperburuk kondisi. Jika gejala tidak membaik, kunjungan ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat menjadi langkah penting.
Untuk kasus yang sering kambuh, pemeriksaan lanjutan seperti endoskopi diperlukan guna melihat kondisi kerongkongan dan lambung secara langsung. “Endoskopi memungkinkan deteksi peradangan, luka, atau infeksi sehingga terapi dapat diberikan secara tepat,” terang Hasan. Pada kondisi lebih kompleks, teknologi
endoscopic ultrasound (EUS) membantu dokter mendapatkan gambaran jaringan pencernaan secara lebih detail.
Diagnosis yang akurat akan menentukan langkah penanganan, mulai dari terapi obat, perubahan gaya hidup, pengaturan berat badan, hingga prosedur minimal invasif jika diperlukan. Dengan pendekatan yang tepat, risiko komplikasi dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga selama momen Lebaran.
Mudik adalah perjalanan emosional untuk bertemu keluarga tercinta. Menjaga kesehatan lambung berarti menjaga kenyamanan perjalanan sekaligus kekhusyukan ibadah puasa. Dengan persiapan matang, deteksi dini, serta kebiasaan makan yang bijak, perjalanan pulang kampung dapat tetap menjadi pengalaman hangat dan menyenangkan.
Sumber: Rumah Sakit Pondok Indah Group
Baca juga:
Campak Mengintai Lebih dari Ruam, Tapi Berisiko Nyata bagi Masa Depan Anak
Masalah Kesehatan Anak Setelah Mudik dan Liburan
Mudik Bersama Balita, Lakukan Persiapan Ini