
Vaksin Lanjutan Tuberkulosis yang Akan Hadir Akhir 2028 juga Untuk Remaja, Lho!
Ada vaksin TB terbaru yang sedang dikembangkan untuk lanjutan vaksin BCG yang ternyata efektivitasnya berkurang seiring bertambahnya usia.... read more
Sodium lauryl sulfate adalah zat kimia yang biasa digunakan di dalam sampo dan produk kecantikan dan pembersih rumah tangga. Banyak yang menyebut SLS sebagai biang pemicu kanker, penyebab iritasi kulit dan lain-lain.Pahami cara kerja zat ini supaya tidak salah paham.
Cara kerja SLS
Sodium lauryl sulfate juga disebut surfaktan. Surfaktan berfungsi sebagai penurun tegangan permukaan antara dua cairan, antara gas dan cairan, atau antara cairan dan zat padat. Jadi surfaktan ini bertindak seperti deterjen, bahan pembasah, pengemulsi, dan bahan pembusa.
Banyak orang khawatir dengan SLS karena zat ini berada di dalam produk kecantikan, produk perawatan diri yang bersentuhan dengan kulit, juga ada di dalam produk pembersih rumah tangga.
Ada zat bernama sodium laureth sulfate (SLES) yaitu surfaktan dengan rumus kimia yang sama dengan SLS, hanya saja lebih ringan dan tidak mengiritasi dibanding SLS.
SLS ada di mana-mana
Coba bunda tengok semua produk yang ada di rumah. SLS ada di dalam krim cukur, sampo, pembersih wajah, sabun cuci tangan cair, lip balm, pembersih kuku, alas bedak, pengelupasan kulit wajah, kondisioner, sampo anti ketombe, pasta gigi, pemutih gigi, obat kumur, sabun mandi, losion, tabir surya, dan krim penghilang rambut.
SLS juga digunakan untuk produk makanan sebagai pengemulsi atau pengental. SLS dapat ditemukan dalam produk telur kering, marshmallow dan bahan minuman kering.
- Sodium dodecyl sulfate
- Dodecyl sulfate, sodium salt
- Sodium lauryl sulfate ether
- Sodium n-dodecyl sulfate
Nama lain dari Sodium Laureth Sulfate antara lain:
- Sodium dodecylpoly (oxythelene) sulfate
- Sodium lauryl ethoylate
- Sodium lauryl sulfate ethoxylate
- Sodium polyoxythylene lauryl ether sulfate
- Sodium laurath-8 sulfate
- Laureth-8 carboxylic acid, sodium salt
- PEG-5 lauryl ether sulfate sodium salt
- PEG-7 lauryl ether sulfate sodium salt
Bahayakah?
Food and Drugs Administration yaiitu badan setara BPOM di Indonesia - menyatakan bahwa pemakaian SLS pada makanan tergolong aman. Konsentrasi atau dosis SLS yang dibolehkan tidak lebih dari 1%. Riset yang diterbitkan tahun 1983 menyebut bahwa SLS tidak berbahaya bila digunakan sebentar kemudian dibilas seperti pada sampo dan sabun. Laporan itu juga menyebut bahwa produk yang lama bertahan di kulit tidak boleh memiliki konsentrasi lebih dari 1%.
Menurut sebagian besar riset menyebut bahwa SLS merupakan iritan, bukan toksik. Kandungan SLS yang ada dalam produk perawatan kulit jumlahnya sangat terbatas. Buat Anda yang tidak yakin SLS aman, sekarang sudah banyak produk tanpa SLS yang beredar di psaran. Anda dapat mencarinya di toko online dengan mencermati kandungannya yang tertera pada kemasan. (IR)
Ada vaksin TB terbaru yang sedang dikembangkan untuk lanjutan vaksin BCG yang ternyata efektivitasnya berkurang seiring bertambahnya usia.... read more
Menjalani ibadah puasa bukan hanya perlu kesiapan mental spiritual, namun juga perlu didukung asupan makanan dan minuman bergizi.... read more
Akan menjadi pertanyaan ketika anak penderita diabetes menginjak usia wajib puasa, “Bolehkah anak dengan DM berpuasa?”... read more