Periksa Kehamilan di Bulan ke 2

 

Anda mungkin masih percaya tidak percaya, sedang ada makhluk hidup yang tumbuh dan berkembang di dalam rahim Anda. Perasaan itu wajar dan normal, kok. Apalagi, perut Anda belum tampak “berisi”. Namun, sudah bulan ke-2 nih, bunda. Yuk, ke dokter lagi!

Sebaiknya ke dokter obgin yang sama seperti bulan lalu. Jika berganti dokter, pastikan membawa medical record (catatan kesehatan) dari pemeriksaan sebelumnya. Beberapa rumah sakit tidak memberikan medical record kepada pasien, melainkan menyimpannya sendiri. Pastikan untuk memiliki fotokopinya, agar bila berganti dokter atau pada kondisi darurat, memudahkan dokter baru untuk mengetahui data kesehatan Anda dan janin.
  • Periksa tekanan darah dan berat badan.
  • Periksa kondisi fisik Anda dan janin.
  • Bila Anda di atas 35 tahun, dokter mungkin menyarankan Anda menjalani chorionic villus sampling, metode diagnostik untuk mendeteksi kondisi janin, dalam keadaan cacat atau tidak. Risiko kelainan janin memang lebih tinggi dialami ibu yang hamil pertama kali di atas usia 35 tahun. Saat ini sudah ada pemeriksaan janin yang tidak invasif, berupa kombinasi USG dengan tes laboratorium.
Tak usah ragu untuk menanyakan ke dokter mengenai jenis pemeriksaan tersebut agar Anda lebih jelas mengenai kondisi diri sendiri dan janin Anda.

 



Artikel Rekomendasi

post4

Manfaat Jalan Kaki Untuk Ibu Hamil

Jalan kaki merupakan salah satu pilihan olahraga yang bisa dilakukan oleh ibu hamil. Sebelum melakukannya, pastikan dulu Anda tahu manfaatnya dan risikonya bagi kehamilan Anda.... read more

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>