Menyoroti kasus perkawinan workaholic alias kecanduan, sebaiknya suami-isteri ambil titik tengah. Si Workaholic sebaiknya mengurangi kesibukan, sedang pasangannya disarankan mengalihkan perhatian pada hal lain sehingga tidak hanya mikirin pasangan
Ini karena mengubah gaya hidup workaholic yang waktu kerjanya gila-gilaan, memang tidak semudah membalik telapak tangan. Ketika muda dan ada target-target yang harus dicapai, mungkin memang perlu kerja keras ekstra.
Jadi menurut dibutuhkan upaya kedua belah pihak untuk menghindari goyangnya biduk perkawinan gara-gara pasangan gila kerja.