Si 5 Tahun: Bicara Seputar Seks

 

Apabila di usia 3 dan 4 tahun, anak-anak masih sibuk dengan pertanyaan perihal kesadaran barunya terhadap peran laki-laki – perempuan dan perbedaan jenis kelamin, si 5 tahun sudah lebih “tenang”. Tapi jangan kaget kalau tiba-tiba pertanyaannya perihal organ seksual dan fungsinya, mulai muncul.

Semakin “tertutup”.
Sebagaimana perkembangan aspek-aspek lain, perkembangan seksual si 5 tahun juga berkembang pesat. Berbeda dengan usia sebelumnya, ketika keingintahuan si kecil terhadap seks diwujudkan dalam “ajang pamer” di kamar mandi, si 5 tahun biasanya sudah tidak nyaman mandi dengan pintu terbuka. Jadi jangan heran kalau anak-anak perempuan hanya minta ditemani bunda atau si mbak saja saat mandi. Demikian halnya anak laki-laki dengan ayah atau saudara laki-laki.

Memang tak semua anak 5 tahun berkembang demikian cepat dalam aspek pengetahuan dan kesadaran seksual. Masih saja ada anak-anak 5 tahun yang belum “malu” memperlihatkan organ kelamin terhadap lawan jenis. Menghadapi yang seperti ini, ada baiknya Anda memberitahu agar ia mulai “menutup diri”. Biasanya di TK, para siswa pun sudah diajarkan untuk menutup pintu toilet atau kamar mandi saat sedang buang air. Sebaiknya, di rumah Anda juga perlu mendukung hal ini.

Selain pengetahuan dalam berperilaku, di masa kini perlu pula Anda bekali si kecil agar ia berani mengatakan “TIDAK”, apabila ada yang menyentuh organ seksualnya. Baik orang asing maupun yang dikenalnya. Pengetahuan akan hal ini termasuk bagian dari pendidikan seks yang penting ditanamkan sejak dini.

Gunakan alat bantu. Perkembangan seksual lainnya, meliputi minat si kecil untuk mencari role model dalam menjalankan peran jender. Di usia 5 tahun, si upik juga akan lebih tertarik mengidetifikasikan diri dengan bunda, sedangkan si buyung dengan ayah. Selain itu, mulai muncul rasa ambivalen atau canggung berhadapan dengan lawan jenis, dan keingintahuannya terhadap bagian-bagian tubuh dan fungsinya mulai muncul.

Kemampuan berpikir si 5 tahun memang mengalami puncaknya, apabila dalam waktu satu sampai dua tahun lagi, ia akan masuk sekolah. Sehingga, si 5 tahun tak bisa lagi Anda alihkan perhatiannya begitu saja, saat ia bertanya soal asal-usul datangnya adik, misalnya. Atau, “Mengapa adik hanya menyusu pada bunda, tidak pada ayah”, dan seterusnya.

Tugas utama orangtua tentu saja menjadi sumber informasi pertama dan utama anak. Selalu dampingi dan jawab pertanyaan anak-anak seputar seks. Apabila Anda perlu alat bantu, carilah ensiklopedia anak cetak atau elektronik (yang ini bisa berupa VCD atau program digital komputer). Lalu diskusikan bersama pertanyaannya dan cari bersama jawabannya. Ini tak hanya mengajarkan anak tentang pengetahuan seks secara ilmiah, melainkan juga mengajarkan anak mencari sumber informasi secara benar. Yaitu, itu dari sumber terpercaya.

Jadi, resep berbicara tentang seks bersama si 5 tahun adalah jujur dan sesuai pemahaman anak. Saat menjelaskan Anda sebaiknya menggunakan istilah ilmiah dari organ-organ seksual, anak pun belajar menyebutkan dengan tepat dan benar, jauh dari konotasi negatif atau kata-kata kotor. Sebab, menjelang usia sekolah, si 5 tahun diharapkan sudah dapat menjabarkan secara faktual tentang anatomi dasar tubuh manusia.  
 

 



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>