Orang tua sering kali terkejut apabila kadang-kadang si prasekolah tiba-tiba menolak dipeluk atau dicium. Padahal ini adalah ritual yang biasa Anda lakukan saat berpisah atau bertemu kembali dari TK. Ada apa dengannya? Adakah alasan khusus yang menyebabkan terkadang si 5 tahun tak menghendaki ekspresi kasih sayang semacam ini?
Jauhi paksaan. Selalu saja, ada alasan atau penyebab yang mendasari sebuah sikap atau perilaku. Seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga begitu. Ada kalanya, ia minta dipeluk dan ditemani, tapi tak jarang di usia prasekolah, balita mulai menolak dan tidak suka dipeluk atau dicium.
Apa sebab? Ada banyak penyebabnya. Antara lain, pertama, jangan coba-coba, menyambut kepulangannya dengan pelukan hangat apabila ia mengalami hari yang “buruk” di TK. Di Taman Kanak-kanak, peer group (teman sebaya) mulai punya pengaruh besar pada si 5 tahun. Kadang-kadang ia diejek teman atau bertengkar saat bermain. Ini semua dapat menyebabkan rasa frustasi pada anak. Lalu bisa dipastikan dengan suasana hati seperti ini, balita lebih suka tak diberi pelukan, bahkan diajak bicara.
Hal lain yang paling umum menjadi penyebab anak menolak kehangatan Anda adalah si 5 tahun tidak mau dipeluk atau dicium di depan “umum”, terutama di depan teman-temannya. Di mata Anda mungkin si 5 tahun masih anak kecil, tetapi memasuki usia sekolah, terutama anak laki-laki, pasti akan menolak ekspresi kasih sayang dan perhatian semacam ini. Tak hanya karena akan ditertawai teman-teman sebagai “anak mami”, ia pun merasa tidak pantas lagi diperlakukan seperti anak kecil. Apabila dua hal tersebut yang menjadi alasan, tentu tak ada saran lain selain: jauhi sikap memaksakan cara Anda mengekspresikan kasih sayang.
Cari cara lain. Ada banyak cara memperlihatkan kasih sayang dan perhatian kepada si 5 tahun. Misalnya, dengan memberinya “ruang” apabila ia membutuhkannya. Sebagai contoh, si kecil mengalami hal buruk di sekolah, nah, Anda dapat memberinya ruang untuk menyendiri sejenak. Tapi jangan lupa katakan, “Nak, kalau kamu mau cerita sesuatu, ibu ada di kamar, ya”. Atau, kepada si 5 tahun yang tak ingin dipeluk atau digandeng tangannya saat sedang ada di sekolah. Memahami perasaan dan menghargai kebutuhannya adalah ekspresi kasih sayang yang tepat untuknya. Sebaiknya Anda tidak sekonyong-konyong menghampirinya saat ia sedang berkumpul dengan teman-teman sebaya. Apalagi ditambah menyapanya dengan nada yang lembut sebagaimana selalu Anda lakukan sejak ia masih bayi!
Apabila Anda hendak memperlihatkan afeksi kepada si 5 tahun, cobalah menyapanya dengan cara yang “asyik” atau ciptakan bersamanya salam rahasia. Sebaliknya, janganlah Anda ragu memberinya kecupan dan pelukan ketika ia benar-benar membutuhkannya.