
Si mbak dan balita Anda sangat akrab! Kelihatannya, ia tidak perlu kerja
terlalu keras tuh untuk mengurusi kebutuhan dan hampir tanpa perlawanan
dari anak. Seolah mereka sedang melakukan kerja tim yang baik. Harus
merasa untung atau khawatir? Sebab, kerapkali kalau bundanya yang
menyuapi, bunda dibuat tidak sabar-an karena ia sibuk lari-lari.
Kehadiran asisten rumah tangga tentu dapat memberikan keuntungan bagi
orangtua yang sehari-hari bekerja. Terutama bagi mereka yang bisa
dapat-langsung-cocok, sehingga ‘drama’ keluar-masuk si mbak tidak perlu
dialami. Tetapi, bagaimana bila kecakapannya sampai membuat anak ‘mirip’
mbak? Ini langkahnya:
1. Senang bantuin kerjaAnak suka ikut bantu-bantu mbak! Sebab, daripada bosan, tidak ada kegiatan
dan teman, maka ia lebih pilih sibukkan diri. Bersih-bersih rumah
seperti sedang bermain untuknya. Tidak perlu cepat dilarang, dari
bersih-bersih rumah anak jadi bisa belajar terbiasa bersih dan mandiri.
Namun waspadalah bila si mbak dibuat tidak sabar dan kerapkali marah
akibat tingkahnya. Arahkan asisten rumah tangga untuk bersabar dan
mengarahkan anak untuk tidak diberikan tugas yang berat.
2. Preferensi Makanan Favorit yang SamaMakanan
favorit balita? Si mbak paham benar jawabnya. Sebab preferensi
makanan anak berasal dari mbak. Si mbak sedang suka makan nasi goreng
mentega, si anak juga, dan akan begitu seterusnya. Manfaatkan keadaan
ini dengan mulai menyediakan makanan sehat di rumah serta meminta mbak
untuk makan makanan yang sehat, bersih, tidak sering jajan dan makan
sembarangan saat bersama anak.
3. Akrab dengan Teman-temannya MbakSi
mbak juga makhluk sosial yang butuh bersosialisasi. Tetapi ia suka ajak balita Anda, dan akibatnya anak jadi akrab pula dengan temannya si mbak.
Sebaiknya, tegaskan si mbak agar tidak perlu melibatkan anak saat
sedang ingin bersosialisasi. Sebab, anak sangat ahli dalam meniru. Tentu
kita tidak mengharapkan anak terpapar lebih jauh dengan hal-hal yang
kurang menguntungkan baginya.
4. Acara TV atau lagu kesukaanHampir
sepanjang hari habiskan waktu dengan mbak, membuat anak jadi
terbiasa dengan kebiasaan dan kesukaan mbak termasuk acara atau lagu
favorit. Perhatikanlah dengan baik, apakah hal tersebut akan berakibat
baik buat balita? Waspadalah bila acara dan lagu yang dimaksud
mengandung konten dewasa, sebab hanya akan memberikan dampak buruk! Ajak
si mbak menahan nonton atau putar lagu kesukaan bila sedang bersama
anak, dan manfaatkan kondisi serupa dengan arahkan nonton dan putar lagu
yang sesuai umur anak saja. Saluran televisi Anda bisa dikunci?
Manfaatkan fasilitas ini demi kenyamanan dan keamanan bersama.
5. Gaya Bicara MiripCara
omongnya kok jadi persis mbak? Bunda, intensintas komunikasi mereka
memang terpapar sering, tetapi kalau anak sampai ikut gaya bicara mbak,
mungkin akan menimbulkan ketidaknyamanan pada orangtua. Lebih baik
ajarkan anak untuk tidak perlu melakukan hal tersebut, sebab tidak baik
untuk dicontoh.
6. Bahasa dan Aroma TubuhKali ini bahasa
dan aroma tubuh anak seperti mbak. Lagi-lagi, alasannya, balita Anda
adalah peniru yang ulung! Sejak awal masuk bekerja sampai seterusnya,
arahkanlah si mbak agar menghindari penggunaan bahasa yang kurang baik,
dan sebaliknya hanya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Anda juga dapat menanamkan dan mencontohkan pada diri anak untuk
menggunakan bahasa yang baik. Serta meminta mbak untuk mengurangi
menggendong anak, agar aroma tubuhnya tidak menempel pada anak Anda.
(FIN/ERN)