Balita Juga Senang Dihargai

 

Walau masih amat muda, anak satu tahun butuh penghargaan. Jika terpenuhi, rasa percaya dirinya akan meningkat.

Membangun kepercayaan diri
. Rasanya tidak mungkin jika melihat anak-anak usia satu tahun tak punya kepercayaan diri. Sekilas mereka terlihat seperti anak-anak yang tahu persis apa yang mereka mau. Walaupun, pada kenyataannya, mereka belum memiliki pemahaman jelas terhadap diri sendiri. Di saat-saat inilah anak membutuhkan penghargaan orang-orang di sekelilingnya. Apa yang bisa Anda lakukan?
  • Curahkan sebanyak-banyaknya cinta pada anak satu tahun, karena manusia tidak merasa nyaman kalau tidak dicintai. Yakinkan bahwa Anda akan selalu mencintainya, apa pun yang terjadi.
  • Berikan perhatian sebanyak yang dapat Anda berikan. Setinggi apa pun rasa percaya diri seseorang, ia akan jadi ragu-ragu kalau tidak mendapatkan perhatian dan penghargaan yang layak dari orang-orang yang dicintainya.
  • Buatlah anak seolah-olah ia orang penting dalam keluarga, yang pendapat dan perasaannya didengar. Hargai apa pun yang dikatakannya. Libatkan pula anak dalam kegiatan keluarga.
  • Jika ingin anak punya rasa percaya diri yang baik, Anda pun harus demikian. Anak cenderung meniru orang-orang dewasa di sekitarnya.
  • Beri anak ruang untuk menjadi dirinya sendiri.
  • Orang tua selayaknya menghargai keunikan anak. Membanding-bandingkan bukan tindakan bijak. Setiap individu itu unik.
  • Biarkan anak sekali-sekali melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahannya.
  • Beri pujian secukupnya terhadap apa pun yang berhasil dicapainya. Pujian memotivasi anak terus mencoba. Namun, jika terlalu banyak, pujian juga akan kurang efektif.
  • Upayakan mengajarkan sesuatu pada anak secara perlahan-lahan. Cara ini mempermudah anak mengikuti tanpa membuatnya frustrasi.
  • Hindarkan memberi label pada anak. Misalnya, si malas atau si gembul. Label membuat anak meyakini dirinya sesuai apa yang menjadi sebutannya.
  • Hindarkan kata-kata "selalu" atau "tidak pernah". Misalnya, "Kamu selalu membuat masalah!" Kata-kata ini sama jeleknya dengan memberikan label negatif.
  • Jika perlu mengkritik, kritiklah perilaku anak bukan pribadinya. Misalnya dengan mengatakan, Ibu tidak suka kamu membanting-banting mainan seperti itu! dan bukan, "Kamu memang anak nakal suka membanting-banting mainan!"

 



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>