Si 2 Tahun: Main Petak Umpet

 

Mengapa si keci suka main petak umpet atau ci-luk-ba? Jean Piaget, psikolog perkembangan asal Swiss mengaitkan antara kemampuan si kecil untuk memahami bahwa sesuatu yang tidak tampak bukan berarti tidak ada – dengan perkembangan kognitif. Menurut Piaget, anak usia satu sampai tiga tahun sudah berkembang pemahamannya bahwa sesuatu yang tidak tampak bukan berarti tidak ada.
 
Jadi, kalau di usia sekarang ini anak Anda masih menangis melihat ibunya masuk kamar dan menutup pintu, apa yang salah?
 
Mulai dari bermain. Permainan merupakan cara paling efektif untuk  merangsang perkembangan berpikir anak. Melalui berbagai permainan anak belajar banyak hal. Permainan ciluk-ba misalnya, membantu merangsang perkembangan berpikir anak bahwa sesuatu yang tidak tampak, misalnya wajah ayah atau ibunya yang tersembunyi di balik selimut, bukan berarti mereka tidak ada.
 
Bayi dan anak-anak kecil suka sekali permainan ini. Orang tua pun   secara naluriah memainkan mainan ini bersama si kecil tanpa tahu pasti manfaatnya. Bila di usia dua tahun ini anak Anda masih menangis bila Anda berada ‘di balik pintu’, Anda mestilah waspada. Bisa jadi ini merupakan pertanda kurang terasahnya perkembangan kognitif si kecil. Tuduhan Anda mula-mula tentulah si kecil cengeng atau penakut.
 
Anda dapat mengajaknya bermain petak umpet. Permainan ini mengasah perkembangan berpikir si kecil. Bahwa meskipun ia tidak dapat dilihat oleh Anda, bukan berarti ia tidak ada.  Demikian pun sebaliknya.
 
Permainan lain yang dapat memberi pemahaman pada si kecil bahwa benda yang tidak tampak bukan berarti tidak ada adalah main sembunyi dan temukan. Ajak anak  menyembunyikan mainan-mainannya di balik selimut. Kemudian mintalah ia untuk memegang benda-benda itu dari sisi luar selimut. Mintalah anak untuk menyebutkan benda-benda itu.
 
Dengan cara ini anak lambat laun akan paham bahwa mainannya meski berada di balik selimut bukan berarti tak ada. Sedikit demi sedikit Anda dapat mengembangkan latihan ini. Masuklah ke kamar mandi, tutup pintu, kemudian buka lagi sementara si kecil berada di depan pintu kamar mandi. Beri pengertian pada anak saat Anda hendak masuk ke kamar mandi. Bahwa meski pintu tertutup bukan berarti Anda lenyap.
 

 



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>