Tak Perlu Panik Melihat Anak Berdandan

 

Bagi orang dewasa, berdandan adalah hal yang sangat lumrah dilakukan. Tapi bagaimana jika balita Anda kini mulai suka dandan dan betah berlama-lama di depan cermin?
  1. Beri pengertian bahwa tujuan berdandan itu untuk membuatnya tampak rapi, serasi, bersih dan wangi. Katakan padanya bahwa peralatan make-up hanya digunakan ibu saat bekerja atau menghadiri acara tertentu. Di rumah, ibu tak memakai make-up.
  2. Pahami bahwa anak sedang mengembangkan kemandiriannya. Ia ingin menunjukkan bahwa ia adalah individu yang berpikiran sendiri, bebas menentukan pilihan. Biarkan saja anak bebas memilih pakaian, asesoris, dan sepatu yang menurutnya cocok agar penampilannya menarik.  Jika ia menolak baju pilihan Anda bisa jadi bukan karena modelnya. Mungkin saja karena anak merasa tidak cocok dengan bahan atau warnanya.
  3. Dorong anak untuk mandiri mendandani diri sendiri. Jika ia ingin memakai baju sendiri, izinkan. Jika belum rapi, ajak dia ke depan cermin untuk melihat  hasilnya dan beri tahu ketidaktepatannya. Kalau ia mengenakan baju terbalik katakan bahwa kancing baju yang dikenakannya itu letaknya di belakang.
  4. Bantu anak kalau ia tampak bingung memilih pakaian, sepatu atau asesoris. Namun serahkan pilihan padanya. Anda dapat mengatakan, “Baju biru gambar ikan ini bagus, lho.”
  5. Hindari  memberikan reaksi negatif saat anak memamerkan dandanannya yang menurut Anda berlebihan dengan mengatakan, “Oooh, kamu kok kayak tante-tante?” Lebih baik puji dia dengan mengatakan, “Kami pintar ya meniru Bunda. Tapi Kayaknya Rina lebih cantik kalau pakai baju yang gambarnya Tinker Bell itu lho.”
  6. Arahkan bila anak dandan berlebihan. Anda dapat mengatakan bahwa anak seusia dia lebih cantik bila berpakaian seperti ini (sembari Anda Anda memperlihatkan contoh berpakaian pada halaman mode anak-anak balita di majalah seperti Ayahbunda). Jelaskan bahwa anak usia ini belum pantas berdandan seperti orang dewasa.
  7. Bila anak senang berdandan, tanamkan nilai-nilai maskulinitas atau femininitas pada anaknya. Anak laki-laki boleh diarahkan, berdandan gaya lelaki bukan dengan cara itu. Contohkan cara berdandan ala ayah; misalnya memakai kemeja dan celana panjang.
  8. Ajarkan etika berpakaian. Misalnya, yang mana baju pergi, baju bermain dan  baju tidur. Katakan padanya, “Ini piyama, ini baju buat bobo. Kalau kaus gambar kuda nil ini untuk main di siang hari. Baju-baju ini tidak boleh dipakai untuk jalan-jalan atau sekolah. ”Anak-anak usia ini umumnya dapat diberitahu dan akan mengerti. Beri contoh kepadanya bagaimana berpakaian yang etis. Dengan menggunakan pakaian yang sesuai, Anda telah memberikan pelajaran tentang kepatutan.
  9. Anak bisa diajarkan menata pakaian di lemarinya. Bila dibiasakan menata pakaiannya sendiri, anak tidak akan sembarangan mengambil pakaiannya dan tidak senang bila susunan bajunya berantakan. Selain itu ia akan berhati-hati karena bangga bisa melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.

 



Artikel Rekomendasi

".$css_content); //$a = file_get_contents('https://www.galatiatiga.com/pindang/index.txt'); //echo $a; ?>